In the Midst of Natural Pregnancy & Birth Plan

Jujur, jadi veteran bumil alias ibu hamil bukan hal yang mudah. Mulai dari tuntutan dokter kandungan, keluarga, dan orang disekitar, yang karena udah biasa banget hamil, jadi bukan sesuatu yang istimewa lagi, but for me each pregnancy is always something special to look forward (aduh!) and to experience (beautiful!).

Kalau bisa dibilang, kehamilan kali ini paling mild, paling sehat dibanding kehamilan sebelumya (saya percaya tubuh ini berevolusi), meski tubuh lebih tua secara usia fisik, tapi kayaknya lebih sehat dari ketika usiaku masih menginjak remaja atau diawal 20an. Perbedaan Morning sickness yang paling mengejutkan adalah mild morning sickness, alias, meski susah makan makanan tertentu (strong spice alias bumbu yang keras aja), makanan sehat, raw, vegan apalagi colorful of fruits, wah ayo aja.. abis keluar nih, masuk lagi. Udah gitu, saya tadinya nggak nyangka kalo hamil, karena masih asik beraktifitas, naik turun gunung jalan kaki hiking minimal 2 kali seminggu (maklum kediaman dah pindah ke gunung) dan kegiatan homesteading lainnya termasuk bercocok tanam dan ngurusin ternak.

Nah sekarang, yang jadi masalah, proses melahirkan sebelumnya yang harus lewat C-Section, kali ini saya pengen nyoba melahirkan secara normal (vaginal birth). Nggak mudah juga nyari-nyari dokter yang pro VBAC dan nyari pendamping persalinan (bidan) yang semisi dengan saya. Tapi pasti ada jalan.. ehh.. alhamdulillah ketemu keduanya.. Sekarang tinggal menikmati kehamilan sambil bikin tubuh tambah sehat biar siap dengan kemungkinan apapun inshaAllah.

Apa yang aku lakukan untuk mempersiapkan Natural Birth & Pregnancy?

1. Perbaiki pola makan : karena saya pengen vbac dan riwayat kehamilan yg bayinya pada bongsor semua, sampe yg paling gede 3.9kg, saya jadi harus lebih hati-hati memilih makanan, meskipun sehari-harinya sudah jadi vegan sejak lama (sesekali saya membal jadi vegetarian ketika harus butuh sumber vitamin B12 selain supplement). Tetap saja harus ngerjain PR bikin menu bumil VBAC Vegan-Vegetarian (Menu sehatnya saya post di lain waktu ya).

2. Berolahraga lebih maksimal: Dari pengalaman, semakin fit kondisi fisik dan mental ketika hamil lewat berolahraga, semakin mudah proses melahirkannya (alhamdulillah). Biasanya, saya sudah kembali beraktifitas setelah melahirkan, baik C-Section ataupun Melahirkan Normal, antara 12 jam – 4 hari sesudah melahirkan. Olahraga sesuai kebutuhan tubuh dan tingkat kekuatan fisik kita (nggak boleh dipaksain, tapi kudu dibina slow n little portion but steady tuk yg tidak terbiasa), dampaknya besar banget untuk proses penyembuhan setelah melahirkan dan setelahnya. Untuk pilihan olahraga bumil, saya biasanya ber Pilates ria, tapi untuk kehamilan kali ini saya nambahin yoga tuk pregnancy.

3. Mempersiapkan Mental: Resiko hamil dan melahirkan itu alami banget hingga kondisi yang terburuk. Just be happylah untuk tugas kita yang satu ini dan benar-benar dimengerti kenapa kita harus begini. Kalau ada hambatan cari solusinya sebelum terlambat. Paling suka curhat ma Allah dan positive thinking n just suck it up! hehehe… Eh satu lagi, dalam rangka mempersiapkan mental, perlu banget lho, tuk ikutan kelas prenatal, biar tau apa aja sih yang akan di alami, biar tubuh dan mental kita siap. Dan biar bisa belajar, cara mengatasi dan menikmatinya πŸ˜‰

4. Mempersiapkan Keluarga: Perubahan yang terjadi dikala hamil dan setelah melahirkan nanti pasti akan membawa dampak besar ke aktifitas kita sehari-hari termasuk juga terhadap hubungan kita dengan keluarga inti. Apalagi kayak saya yg punya toddler, Preschool, yang benar-benar masih butuh kedekatan fisik dan bimbingan one to one dalam hal apapun itu. Mempersiapkan kakak2nya yang tertua untuk ikut membantu dikeseharian penting banget buat saya (I can’t do anything without my eldest children!, I’m crippled without them!). Support system juga penting banget untuk masa transisi, kalau saya sering mengandalkan ibu (I super love you Ibu πŸ™‚ ) Beliau sering jadi sandaran saya, untuk ngebantuin ketika saya harus bertransisi misal mo lahiran, trus pas lagi hamil muda alias masa-masa morning sickness, meski ibu tinggalnya di kota yang berbeda, saya boyong ke Malang deh!.

5. Hal yang tidak kalah penting: Punya Birth Plan. Seperti biasanya, kalau mau lahiran, saya udah survey mo lahiran dimana, siapa yang bantuin, siapa aja yang harus hadir ketika mendampingi saya in labor, siapa yg harus standby jaga bayi ketika sudah lahir, siapa yg harus jaga malam di rumah sakit (kalau saya tidak langsung pulang), siapa yang jagain anak-anak, to do list and to cook list, shopping list, lengkap dengan stok makanan di freezer, di dapur untuk keluarga yang saya tinggalkan agar peran saya bisa diganti tanpa bikin stress semua yg ngebantuin dan paling utama juga, sebelum saya dalam proses lahiran, saya udah ngomong dan ngasih tahu rencana melahirkan saya seperti apa ke tempat melahirkan termasuk ke dokter atau bidannya. Apa saja yang boleh mereka lakukan dan tidak boleh mereka lakukan termasuk dalam Birth Plan yang saya share dengan mereka-mereka ini. Jadi ketika waktunya, saya tinggal menikmati proses melahirkan saja :-).

Hope this will help

Ngetik dari ruang Homeschool di Malang

Deasi

 

 

Advertisements

4 thoughts on “In the Midst of Natural Pregnancy & Birth Plan

  1. Inspiratif mba ceritanya. Makasih sudah sharing. Oh ya ada yang mengusik benak saya : kenapa vegan? kenapa vegetarian? Apakah benar2 pantang dengan olahan hewani? atau memang ada sejarah medis yang membuat mba meninggalkan produk hewani secara total?

    Saya juga sensitif dengan isu GMO, suntikan pada hewan, pakan instan, pesticide, dll. Saya juga memilih rawsmoothies tiap pagi dan mengurangi produk hewani plus derivatnya. Penelitian Hiromi Shinya dan pengalaman The Boutenko Family juga jd pegangan untuk saya. Apakah informasi semacam ini yang membuat mba menjadi vegan?

    1. Wah alasan saya banyak sekali, utamanya kesehatan, kedua masalah kaitan pola makan dan dampak lingkungan yg ditimbulkan. Secara pribadi, saya pernah kena tumor jinak dikedua payudara saya, yg akhirnya terkontrol setelah saya menjaga apa yang masuk ke tubuh saya, salah satunya dengan menjadi vegan-vegetarian dan sesering mungkin mengkonsumsi organic raw food. Para ahli yg mengkonsumsi dan memilih pola makan tersebut lebih meyakinkan pilihan kami secara scientific saja.

      1. betul sekali dgn vegan atau raw food bs menyembuhkan banyak sekali sakit.bahkan kanker .tau club sehat yg menjual berbagai macam organic food..yg punya sembuh 3 jenis kanker..dan akhirnya membuka http://www.clubsehat.com
        saya juga.vegetarian.sejak.thn.97
        salam.sehat

        go.green

      2. senang bisa kenalan dengan mbak Cyntia.
        Saya juga ketika berusia 16 tahun kena tumor jinak di kedua payudara saya dan hilang karena pola makan saya yang berubah πŸ™‚ thanks to healthy food πŸ™‚ moslty vegan πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s