I Used to be The City Homesteader and How You Can Too!

I used to be the city homesteader and still now on n off between living in our Eco Farm up in the mountain and being in the city and running our Eco Business.

Apa sih homesteader itu? Kenapa sih saya bilang homesteader, salah satu alasannya, saya nggak nemu kata yang pas untuk mengungkapkan apa itu homestead atau homesteader (pelakunya) di bahasa ibu kita.
Homestead itu: adalah berusaha untuk hidup mandiri, dan mencukupi segala kebutuhan hidup keluarga dengan dibuat/diusahakan sendiri, mulai dari bercocok tanam hingga dihidangkan dimeja sebagai santapan, beternak, mengawetkan makanan, membuat produk kebutuhan hidup sehari-hari misal produk pembersih rumah tangga, personal care, dll dan banyak aspek kehidupan lainnya yang dikerjakan dalam lingkup rumah tangga (oleh anggota keluarganya sendiri). Hidup lebih dekat dengan fitrah manusia, menjadi produsen semaksimal mungkin untuk pemenuhan hidup keluarga bukan konsumen sepanjang waktu.

Saya percaya, manusia itu sejatinya punya instict, punya fitrah untuk dekat dengan alam, untuk merasakan kenikmatan apa yang diberikan oleh alam untuk dikelola dengan baik dan sewajarnya. Untuk teman-teman yang panggilan hatinya sudah kuat banget untuk hidup berkelanjutan atau bahasa lainnya tuk jadi homesteader tapi masih tinggal di kota, hal ini tidak jadi masalah untuk kita mulai jadi homesteader lho. Teman-teman jangan berkecil hati, saya dulu sekeluarga pun begitu, saya benar-benar bisa merasakan apa yang kalian rasakan. Ada banyak cara untuk kita bisa jadi city homesteader 😉 atau urban homesteader.

Baca terus sharing saya ini ya..

Saya tau banget teman-teman pengen juga punya dapur yg isinya banyak canning selai tomat, saos sambal bikinan sendiri, berbagai macam kacang dan biji-bijian, sabun-sabun cantik nunggu giliran dipakai, berhomeschool atau mendidik anak sendiri, bikin furniture rumah sendiri, masak di solar cooker, pake toilet ramah lingkungan, panen telur ayam dipagi hari, dan banyak kenikmatan lainnya.

Mungkin kalian nggak punya tanah berhektar-hektar atau cukup luas di daerah pedesaan atau pegunungan atau di daerah yang jauh dari polusi dan modernisasi untuk bisa hidup ala homesteader. Tapi kalian bisa.
Caranya?

Nikmati kehidupan kalian saat ini, dimanapun itu, dan buat keterbatasan tempat kalian menjadi homestead ala kalian sendiri alias kemungkinan besar sebagai city homesteader. Meski Cuma tinggal di kamar kos, atau punya rumah kecil dengan halaman kecil, atau bahkan kalian punya rumah besar di kota dengan halaman yang super luas, apapun yang kalian usahakan untuk mandiri dari tempat tinggal kalian sendiri dan dilakukan oleh kalian dan anggota keluarga yg ada dirumah, itu sudah homestead lho 😉 Contohnya seperti, mengusahakan membuat produk untuk kebutuhan rumah tangga sendiri, misal sabun, pasta gigi, detergen, pembersih lantai, menggunakan tanaman dan bahan alami untuk pengobatan ringan, bikin anti nyamuk, bikin roti sendiri, menanam di halaman dengan keterbatasan yang ada, memilah sampah, banyak keahlian ini saja sudah homestead lho. Tapi jangan lupa untuk tetap mengejar cita-cita dan impian kalian untuk bisa hidup di tempat yang benar-benar ideal untuk mandiri secara alami.

Contoh sederhana lainnya:
1. Untuk yang tinggal di tempat kos: menanam rempah dan sayur cepat panen di pot2 kecil, membuat pasta gigi sendiri, membuat masker wajah sendiri.
2. Untuk yang tinggal di apartemen bisa menanam lebih banyak misal di balkon kecil, bikin sabun, bikin kecambah sendiri, bikin susu kacang-kacangan, memelihara cacing untuk komposting.
3. Untuk yang tinggal di rumah kecil bisa menanam lebih banyak lagi, dengan memanfaatkan lahan yang ada meski bukan tanah, bisa diakali bikin aquaponicss sistem kecil (panen sayur, panen ikan), membuat produk untuk rumah tangga, bisa mulai menggunakan solar power settingan kecil, bikin sistem air tadah hujan untuk menyiram tanaman, bikin biopod untuk komposting sampah basah.
4. Untuk yang memiliki rumah dan halaman lebih besar, bisa berkebun dan menghasilkan makanan sebanyak mungkin, bisa melihara ayam dikit buat jadi produsen kompos yg sip banget. Bisa membuat sistem komposting yg lebih lengkap, memiliki cadangan air tadah hujan lebih banyak lagi untuk kebutuhan hidup sehari-hari yang lebih luas.
Dan dari semuanya, kita juga bisa sama-sama saling mendukung usaha para homesteader baik kota dan desa yang menjual produk mereka. Seperti kita pilih beli dari tetangga yang pelihara ayam, n jualan telur ayam kampung, bikin tempe sendiri, krupuk sendiri, sabun (hehehe.. kayak green mommy), well pastiin produk2 mereka ini sejalan dengan visi misi kalian juga, adalah produk yg alami, sehat dan ramah lingkungan dan sebaik mungkin jika organik.

Ada bagusnya emang untuk kita-kita ini yang tinggal di kota untuk mandiri semaksimal mungkin?
Banyak banget manfaatnya, mulai dari bikin tetangga penasaran kenapa sih kita memilih untuk melakukan hal-hal tersebut, misal nih, dengan berhomeschool saja, tetangga jadi pada penasaran, kenapa sih saya milih ngajarin anak-anak sendiri? eh buntut2nya, jadi ditawarin buka kelas, ngajar extra lesson terutama bahasa Inggris afterschool dirumah untuk anak-anak tetangga. Atau Karena teman-teman makannya jadi vegan, pas belanja isinya sayur semua, malah ditanyain, mau buka rumah makan ya? (pengalaman pribadi). Ada lagi, pas diawal bikin2 sabun sendiri dan saya curingnya di garasi dan beranda rumah, tetangga yg mampir pada nanyain, itu kue ya? akhirnya pada beli. Belum lagi melihat tomat cantik, dan berbagai tanaman yang bisa dimakan dilahan pekarangan yang sempit, tetangga jadi termotivasi untuk berbuat hal yang sama. Atau paling nggak muncul kesadaran mereka untuk cari tahu lebih banyak lagi tentang hal yang kita lakukan. Hal-hal seperti ini akan susah teman-teman lakukan dampak bola saljunya jika kalian tinggal di tempat terpencil tuk berhomestead beneran seperti kami dan para homesteader lainnya. Di kota kita lebih punya banyak kesempatan dan cara untuk berbagi, karena banyaknya penduduk dan kemudahan penyebaran informasi.

Bukankah ini yang kita semua inginkan? Kita semua manusia menjadi lebih dekat dengan fitrah kita dimanapun kita berada, kita menjadi bagian dari solusi yang artinya kita menjadi manusia yang produktif alias jadi produsen bukan jadi konsumtif alias menjauhi konsumerisme. Agar kita lebih punya waktu yang berkualitas untuk jadi dekat dengan teman-teman lainnya, bukan sekedar hidup instant yang kita nggak tau kalau bertemu apa yang harus diomongkan karena kita benar-benar terputus dari sosialisasi yang sebenarnya (bersosialisasi itu bukan ngegosip, bukan ngomong basa-basi karena sebenarnya meski sering ketemu tapi bukan ketemuan yg berkualitas, tapi hanya karena kebutuhan saja untuk jadi bertemu).

Mungkin teman-teman mengira saya dan keluarga saja yang bisa atau segelintir orang saja yang bisa.

That is not True!
Kalau saya bisa, kalian juga bisa, semua orang juga bisa, we just need to want it!

Yuk yang masih tinggal di kota, jadi City Homesteader! ^_^


Messy Green Mommy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s