Rata-rata petani Organik bukan petani yang kaya raya

Apa kita tahu, kalau petani organik itu bukan pekerjaan/bisnis yang sangat menguntungkan?
Kecuali nih bisnis bisa sehat jika si petani punya pasar yg loyal yang mampu membeli hasil panenannya dengan harga yang pantas. Tapi seringnya, kita selalu memilih membeli produk hasil pertanian non organik, karena sangat murah dipasaran. Ini nggak disalahkan, tapi produk2 yg murah ini rata-rata disubsidi oleh pemerintah baik dari pupuk, pestisida, bahkan penjualan.

Apa petani organik organik harus berkorban hidupnya? Mereka yang memilih menjadi petani apalagi organik rata-rata memilih karena itu pilihan hati, karena ingin hidup membumi dan dekat dengan alam karena ingin menyehatkan masyarakat, ataupun itu hobi, tapi kalaupun faktanya seperti itu tetapi mereka harus selalu berkorban untuk kita? Apa itu adil?

Mungkin kita perlu tahu juga, apa sih manfaat pertanian organik? baik untuk kesehatan masyarakat, dan kesehatan lingkungan (keberlanjutan lingkungan hidup).
organic farming

Saya sangat paham, mana bisa manusia hidup kalau tidak makan, apalagi kalau makanan saja mahal. Tapi kalau petani organik diberi support, diberi kemudahan oleh pemerintah juga, hasilnya kan akan win-win solution. Mungkin tidak segampang itu kenyataannya dan teknis lapangannya, but you get my point!

Seperti keluarga saya pribadi contohnya, sudah tidak terhitung dana untuk pengeluaran untuk membalikkan tanah dan ekosistem di EF menjadi sehat, meski sudah panen, tapi kami belum menerima hasil apapun, (kami belum bisa melepas GMS dan saya masih harus bekerja paruh waktu disela-sela bekerja penuh waktu untuk GMS juga untuk EF untuk mensupport pembangunan EF). Bayangkan dan bandingkan dengan teman-teman organik lainnya (petani dan peternak), yang sudah lama berkecimpung dibidang ini, yang mereka harus jatuh bangung mengeluarkan uang bahkan pinjaman hanya untuk menghasilkan produk sehat untuk kita dan bumi ini. Banyak dari teman-teman ini juga yang seperti saja, mereka harus memiliki pekerjaan sampingan agar mereka tetap bisa menjaga pertanian/peternakan mereka berjalan, mereka harus bekerja sepanjang tahun tanpa libur. Mana bisa juga petani dan peternak berlibur panjang seperti banyak profesi lainnya, mana bisa ternak-tanaman dibiarkan tidak diberi air, tidak dirawat, ini pekerjaan full time seperti adanya seorang ibu. Tapi toh banyak juga yang akhirnya gulung tikar. Ini tidak terjadi di Indonesia saja, tetapi di berbagai negara lain, termasuk di negara maju seperti USA, Australia yang notabene daya beli dan kesadaran masyarakatnya lebih bagus untuk konsumsi produk pertanian dan peternakan organik.

Sudah waktunya kita lebih menghargai hasil dari petani dan peternak organik. Sudah waktunya kita membayar harga yang pantas dari jerih payah mereka. Apa tidak ironis, jika dokter digaji pantas, PNS, tukang kayu, dll, tetapi, justru tulang punggung produsen nutrisi bangsa terbaik malah harus bekerja ekstra dengan bayaran yang tidak mencukupi?

Deasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s