Cara berhomeschool untuk usia Preschool

Hal yang perlu direncakan untuk memulai homeschool bagi anak usia Preschool:
1. Petakan usia Preschooler Anda
a. 3 bulan – 12 bulan
b. 13 bulan ke atas
2. Tentukan area belajar-bermain untuk bayi
3. Jika bunda memiliki anak balita juga bayi, tentukan area belajar untuk balita terpisah dari bayi
4. Rencanakan materi belajar anak
5. Rencanakan rotasi mainan anak
6. Buat jadwal rutinitas belajar-bermain bersama sang ibu dan anak sendiri

Untuk anak diusia 3-12 bulan
1. Siapkan tempat belajar-bermain khusus.
2. Siapkan materi belajar bermain di tempat khusus yang terpisah dari materi belajar anak lainnya.
3. Rencanakan materi belajar-bermain per hari dan sudah tersedia minimal untuk kegiatan 1 minggu dan diperbaharui setiap minggunya.

Cara set up tempat untuk bermain-belajar si anak:
1. Idealnya siapkan di pojok ruangan, yang salah satu sisinya ada dinding.
2. Letakkan kasur super tipis yang tidak fluffy (empuk), dan benar-benar rata.
3. Siapkan beberapa kartu bergambar untuk bayi (stimulation cards) yang ditempelkan di dinding (kartu atau gambar stimulasi ini, akan membantu anak menjadi lebih fokus dan tenang, meningkatkan konsentrasi pastinya, membuat mereka lebih penasaran dengan segala yang ada disekitar mereka).
4. Pasang kaca yang aman untuk bayi di dinding.
5. Pasang Foto-foto hewan (bukan foto kartun) yang ditempelkan ke dinding (agar mereka bisa belajar lebih nyata tentang kehidupan keseharian mereka nantinya).
6. Sediakan apapun benda yang tidak bisa tertelan dan tidak berbahaya oleh anak usia ini yang sepertinya mereka suka untuk diraba, dipegang, di lihat, dijilat/digigit. Berikan beberapa mainan maksimal 3 mainan saja yang mereka suka, seperti baby rattle, teethers (yang bisa digigit-gigit),dll (mainan tidak boleh yang mudah tertelan).
7. Tempelkan di dinding juga berbagai jenis tekstur bisa juga tidak usah ditempelkan (tapi dengan ditempelkan akan menstimulasi anak untuk penasaran dan belajar berdiri dan berjalan mengikuti hal yang menarik yang ada di dinding).

Belajar-Bermain in action:

1. Bacakan buku untuk si anak setiap harinya, dengan durasi sesuai kenyamanan si anak.
2. Sediakan waktu untuk belajar-bermain dengan si anak, sesuai bahan yang sudah disiapkan.
3. Biarkan si anak bereksplorasi dengan segala hal di tempat belajar-bermainnya (dengan supervisi ketat).

Untuk anak diusia 12 bulan keatas:
1. Siapkan tempat belajar-bermain khusus.
2. Siapkan materi/bahan belajar bermain di tempat khusus yang terpisah dari materi belajar anak lainnya.
3. Rencanakan materi belajar-bermain per hari dan sudah tersedia minimal untuk kegiatan 1 minggu dan diperbaharui setiap minggunya.
4. Buat jadwal rutinitas kegiatan anak (anak diusia ini butuh pattern atau pola untuk memetakan segala hal disekeliling mereka kaitannya dengan logika).

Cara set up tempat untuk bermain-belajar si anak:
1. Siapkan rak kecil sesuai tinggi anak untuk tempat bahan belajar dan bermainnya.
2. Sediakan baki, keranjang, kaleng untuk meletakkan bahan belajarnya.
3. Tentukan kategori untuk setiap rak belajar si anak
4. Isi rak belajarnya setiap malam sesuai jadwal/rencana yang sudah dibuat sebelumnya (saya nggak nyaranin tanpa perencanaan, spontanitas is great buat menghilangkan boredom alias kebosanan, dan bisa jadi rak belajar tidak akan mengikuti jadwal sesekali karena ada hal yang perlu ditanamkan ke anak misal aktivitas musiman).
5. Siapkan meja dan kursi kecil sesuai ukuran si anak untuk melakukan kegiatan belajar-bermainnya.
6. Jika mengerjakan di lantai, siapkan kain yang sebisanya akan mengakomodasi area untuk meletakkan bahan bermain-belajarnya (hal ini agar si anak belajar disiplin dan rapi juga fokus).

Belajar-Bermain in action:
1. Lakukan belajar bermain dengan si anak, tuntun anak belajar dan bermain menggunakan rak dan bahan belajar yang sudah bunda sediakan.
2. Setelah si anak mengerjakan semua belajar-bermain di rak-raknya untuk materi hari ini, biarkan si anak melakukannya lagi jika dia inginkan sendiri atau dengan supervise ketat.
3. Pastikan ada waktu khusus membaca untuk si anak setiap harinya.

Big No No!
1. Membiarkan anak belajar-bermain tanpa supervisi (terutama untuk bayi).
2. Membiarkan anak menggunakan materi belajar sesukanya tanpa tuntunan (hal ini akan menanamkan hal ketidakdisiplinan ke si anak dan mengajarkan bahwa segala hal tidak ada aturannya).
3. Malas mengorganisir kegiatan diseputar belajar anak, akan berdampak pada si bunda, will have a messy life! And your little one, will learn to be messy and disorganized too! (anak-anak butuh struktur untuk menata logika mereka, perilaku mereka, dll diseputar kehidupan mereka nantinya).

Untuk contoh materi belajar Preschool bisa dilihat di link ini:
https://messyhomestead.wordpress.com/category/homestudy/toddler/
Dan
https://messyhomestead.wordpress.com/category/homestudy/preschool/page/2/
https://messyhomestead.wordpress.com/category/homestudy/preschool/page/3/

Apapun bentuk kegiatan belajar-bermain si kecil, sesuaikan dengan tujuan hidup dan nilai-nilai keluarga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s