Cara Membuat Project Tracker Board

Minggu lalu, ketika aku sharing foto My Project Tracker Board di Facebook pribadi, eh ternyata banyak banget yang nanyain, gimana cara membuat dan fungsinya secara detail.

papan organizer

Nah sekarang saya jawab pertanyaan-pertanyaan kalian πŸ˜‰

  1. Kenapa sih saya membuat Project Tracker Board atau Papan untuk Mengetahui Sejauh mana rencana kerjaan terlaksana?

Tracker ini selalu saya miliki (meski pindah-pindah ruang kerja) sejak beberapa tahun yang lalu, karena dilema kapasitas otak ceritanya, yang nggak cukup lagi untuk tracking setiap rencana kerja, yang tadinya cuma punya saya sendiri trus jadi punya banyak orang, dan seiring rumah jadi dua (GMS workshop dan Eco Farm), dan kertas didalam buku tidak lagi memungkinkan sebagai reminder karena aku orangnya OOM (mirip OON ya, what?! @_@ oh no!, jangan sampe deh) alias Out of sight Out of Mind. Β If I don’t write things down, Most chance, I won’t do it because I simply don’t remember it, and if I don’t write it down where I can access it every day, then even though I remember it, most likely I won’t make it as a priority meaning I won’t do it. As simple as that! Sad isn’t it?

Jadi aku dapat solusi untuk membuat perpanjangan kepala ke dinding, dalam bentuk Tracker Board.

  1. Kenapa Tracker Boardnya di dinding bukan dalam bentuk kertas tertulis di dalam daily planner?

Seperti Β jawaban di atas, karena aku orangnya out of sight out of mind banget, dan daily planner yang udah segepok tebalnya sampe pake daftar isi (haha!), tidak mau saya bebani untuk tracker, yang nantinya malas saya intipin, kalo malas diintipi artinya bakalan nggak dikerjain. Aku suka banget tuh tracker ada di dinding, karena setiap masuk ke kantor, keliatannn banget!, soalnya gede! ^_^, pasti teringat untuk ngecek ^_^ dan seperti teriak-teriak trackernya β€œDeasi, get you B*** down here and check me up and Get it DONE Pronto, no Excuses, coz I CAN SEE YOU and I KNOw YOU CAN SEE ME TOO!!”

  1. Kenapa Tracker Boardnya pake post o notes berwarna-warni?

Karena saya orangnya nggak brilliat dalam hal ingatan (uhh bahasanya, bilang aja pelupa!), dan nggak bisa nulis indah dan cantik (dari SMA, selalu dimarahin guru Bahasa Indonesia, karena tulisanku yang aduhai nggak bisa dibaca, bisa banget lho saya nulis dalam berbagai jenis tulisan, kecil, besar, bersambung, cantik, rapi sampe amburadul, haha.. tapi biasanya tulisanku super wes.. amburadul.. kreatifnya keliatan dari dulu, kan ya..? hehe..). Aku cuma bisa menulis indah dan super organized kalau cinta ma materi yang mo di tulis, tapi.. kalau lagi kreatif nih, tulisanku juga ikutan kriwil (baca:amburadul) se kriwil rambutku..hihihi….!

Jadi, post o notes menjadi penyelamatku, dan karena bisa berwarna-warni, jadi bikin tambah senang ngeliatin kerjaan yang akan dikerjakan, dan warna-warninya ada yang aku bikin color coded, alias kode berdasarkan warna, misal nih product development, aku pake shocking orange, krn warnanya bikin perasaan bahagia. Food product development aku bikin warna hijau, for me green is my number one food and green food makes me happy n healthy.

  1. Apa fungsi tracker board ini?

Buat saya, board ini HANYA untuk tempat mencatatkan kerjaan-kerjaan yang akan dikerjakan dalam waktu dekat yang urgencynya bisa dibilang penting tapi tidak tergesa-gesa(ingat pelajaran F Covey tentang Kuadrant?, dipelajari ya, kalau belum pernah baca).

Misal segala rencana pengembangan produk masuk ke board ini.

  1. Apa to do list setiap hari masuk ke tracker board ini?

To do list tidak saya masukkan ke sini, todo list atau hal yang harus saya kerjakan setiap hari (tapi bukan rutinitas), saya masukkan ke daily planner yang saya bagi templatesnya beberapa minggu yang lalu.

  1. Bagaimana cara kerja Tracker Board ini?

Setiap kali ada project yang akan saya kerjakan, saya tulis di post o notes sesuai warna kategori tersebut dan saya tempelkan di kolom yang sesuai. Setelah kerjaan/project tersebut terlaksana/selesai, post o notes tadi saya pindahkan ke bagian paling bawah (buat motivasi aja, ngumpuling post o notes yang sudah kelar dikerjain, sambil ngerasain, wihhh Alhamdulillah dikasih kerjaan banyak sangat ya.. tapi pasti bisa aku taklukkan! inshaAllah).

  1. Bagaimana cara membuat Tracker Board?

Pertama, Sediakan dry erase board ukuran (terserah), saya pake ukuran paling besar. Belinya di Supermarket Stationary Royal , kayaknya dimana-mana banyak yang jual, ini bentuknya seperti karton tapi ada 2 bagian yang bisa dibuat menulis pake whiteboard marker, satu sisinya tanggalan, satu sisinya kosongan white board gitu. Kolomnya saya buat dibagian yang kosong. Untuk kebutuhan, aku ngabisin 3 board.

Kedua, buat perencanaan berapa kolom yang akan diperlukan disecarik kertas.

papan organizer

Punya saya Β antara lain:

  1. Eco Farm
  2. Rainforest Product Development
  3. Courses
  4. Bee Green Mommy Program
  5. Website
  6. Food Product Development
  7. Internet Marketing
  8. Customer Service Improvement
  9. You Tube Video ideas
  10. Distributor GMS
  11. Rainforest Spa
  12. Newsletter ideas

Ketiga, Bagi board sesuai jumlah kolom yang dibutuhkan dengan menggunakan permanent market biar nggak hilang-hilang kalau kena tangan pas masang post o notesnya.

Keempat, Tempel Board ke dinding, saya pake lakban bening di sekeliling board.

Kelima, beri judul dibagian atas dari setiap kolom sesuai kategori yang dibuat (seperti digambar), dengan menggunakan post o notes yang dipilih untuk setiap kategori (but its up to you), sekalian kan milih warna apa untuk setiap kategorinya.

Selesai ^_^

Tracker board ini nggak hanya untuk kerjaan kok, bisa difungsikan misal untuk house project, homeschool, dll.

 

Happy Organizing ! ^_*

Deasi

Ps: By being organized, you can possible Reaching Your Highest Potential Without Making Your Soul Bankrupt and your brain explode Because you are overwhelmed with things that are not organized in your life.

Pps: Don’t think I’m super organized, I’m in this journey just as much as you are with sweat and tears & sometimes blood too (I prickle my self with push pin! Hehe..)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s