Cloth Diaper dan Training Pants Terbaik untuk The Green Family Kids

Nggak terasa 5 tahun sudah GMS jualan cloth diaper alias clodi atau popok kain dan training pants untuk menggantikan popok sekali pakai baik yang terbuat dari plastik atau non plastik seperti mix kertas dan katun (of course, the strap has plastic in it).

Dalam kurun waktu jualan itu, keluarga kita punya Yasmeen yang waktu itu masih potty training, Zahra, Anny, Hasna dan sekarang Adam. Whew! 5 anak dalam 5 tahun, yes that’s rite  what a blessing, Alhamdulillah..

If you ask again, what about the elder kids? Kita masih pake popok disposable alias sekali pake n undie aja (with lots of accidents, kayaknya kalian tahu deh maksudku πŸ˜‰ )sampe mereka potty free for the 2 eldest kids. Aku nggak malu, bilang, it’s part of our journey, ehmm πŸ˜›

Kalo dihitung jumlah clodi dan training pants kita dalam kurun pemakaian lima tahun adalah:
1. 4 lusin cloth diaper (berbagai merek lokal dan import, tapi paling banyak merek Enphilia dan GG).
2. 4 lusin training pants (berbagai merek lokal dan import, tapi paling banyak merek Cuddle Me).

Diawal ketika Cuma punya 2 anak yang belum potty free, kita punya sekitar 1 lusin masing-masing baik clodi dan training pants, kalo ditanya kenapa Cuma 1 lusin, ya pake jurus kudu rajin nyuci donk, kotor dicuci, kering dipake deh πŸ˜‰ btw, semua clodi masih terpakai dan nggak ada yang pensiun, yang udah lama-lama dan agak melar kita pakaikan ke anak yang paling besar yang sedang potty training dan jadi emergency diaper atau training pants dimusim hujan, sip kan πŸ˜‰

Nah sekarang saya balik ngomongin brand nih, atau merek, saya nggak punya niatan tuk mendiscreditkan diaper atau training pants yang lain yang nggak kesebut, atau yuk beli yg ini aja…. Nooo… saya percaya, tiap anak itu unik kebutuhannya, setiap ibu itu punya caranya sendiri, dann… yang saya tulis ini cara saya dan mimi (my cowife), that we think the best for our little kids.

Lets dive in the talk..
Dulunya suka clodi, milihnya yang lumayan breathable dan lumayan nggak bocor (pikirku biar agak enaklah ke si mommy n si baby), karena begitu basah (tapi lumayan lama sih tahannya, bisa sampe 3-4 jam untuk anak cewek dan 1 jam tuk cowok kalau disiang hari), si anak biasanya langsung rewel (siapa juga suka buttomnya kotor dengan puppy dan pee pee. If its not good enough for us the adult, then for sure it’s even worse for our precious little ones yang kulitnya malah lebih sensitive (bukan sensitive karena si bayi nih sakit, tapi karena their skin and body is not adjusted to the chemical and harshness in the world outside the womb, we should be happy if we are like that too, unfortunately we don’t appreciate or less in appreciating for being sensitive, well, that’s another whole of story). Makanya tadinya aku pilih yang berbahan PUL, dia ini bahan yang sintetis (bukan kain dari serat tanaman), and we’re okay with that, some things we need to make a compromise.

Jadi dari pergulatan batin nih ceritanya, nimbang-nimbang masalah kesehatan si anak, dampak lingkungan, kenyamananku kalo dia pake clodi yg lebih tahan bocor, nyuci banyak or nggak (kaitannya dengan jadi lebih banyak hal lain yg bisa ku kerjakan (my selfish n ego backlash)), dan karena si Adam yang sejak lahir nggak suka pake clodi (paling rewel klo pake clodi dibanding semua saudaranya), aku jadi belajar lagi, nyari solusi clodi. Si Adam sering cranky alias rewel kalo sehari nggak diselang seling antara pake clodi, training pants n pake underwear/pants aja, sampe kalo habis magrib, dia completely β€œnaked-naked butt, naked butt-butt.. !β€œ(nyanyian yasmeen buat adik-adiknya klo lagi waktunya diaper change, hehe).

Sebelum Adam lahir, aku dah nyari-nyari clodi dan training pants yang bisa lebih nyaman buat anak-anak kami yg masih pake. Saya mikir, sebaiknya aku ngurangi keegoisan atas diri sendiri dan lebih mikirin si anak dan dampak lingkungannya juga, pengennya anak-anak dibiasain potty training sejak bisa duduk atau minimal diusia 1 tahun (clodi ada juga ada dampak lingkungannya lho). Ketika nyari-nyari, aku nemu buku tentang Elimination Communication. Bisa kalian google tentang hal ini, bukunya pun banyak yang nulis. Gara-gara baca tentang hal ini, aku jadi flash back ingat jamanku aja nggak pake clodi (boro-boro clodi, disposable diaper aja, ibuku nggak tahu sampe jaman aku punya anak). Cuma EC (elimination communication) ini punya cara yang lebih masuk akal dan ok pikirku (susah juga mo jelasin, persepsi tiap orang pasti deh beda). Tapi pikirku lebih sehat karena lebih higenis, lebih humane (manusiawi), nggak ngajarin anak pipis di lantai atau pipis dimana-mana is ok (jadi kebiasaan buruk nantinya) dan banyak lainnya.

Nah, EC ini bikin aku jadi terbuka mata dan lebih melonggo (ini buka mata dan mulut donk ya, haha!), jadi mikir, hmm clodi dan training pantspun kudu bisa mengakomodasi kebutuhan EC.
Aslinya, EC ini, kalau para ibu benar-benar mau lebih cepat bisa potty anaknya, nggak perlu clodi atau training pants, undie aja udah cukup mulai new born sampe sukses! Sip banget kan..

Tapi…
Balik lagi mikir kegiatan dan konsekuensinya. Kayaknya aku nggak bisa full pakein undie aja ke si bayi. Jadilah nyari clodi n training pants yg bisa mengakomodasi semua kebutuhan pup n pee anak, yg lebih ramli, lebih kids wise, n mommy masih bisa melakukan aktifitas lainnya (kita nggak punya ART nih masalahnya).

Nggak ngomongin clodi atau training pants bahan organik tanpa pewarna sintetis yang paling ideal tapi yang harganya bikin gigit daun telinga, daun pintu, daun jendela dan daun kucai lho ya.. wishful thinking coba di Indonesia ada, nggak masuk itungan deh. so we’re talking about the reality.

Ini dia yang akhirnya aku pilih buat Adam, Anny n Hasna
1. Clodi pake merek Enphilia,

clodi sehat
a. Karena nggak ada lapisan PUL atau lapisan anti bocor, kalau kain serapan ompolnya sudah penuh, ya udah, merembes deh, asik kan 
b. Aku suka banget karena bahannya nggak anti bocor, jadi breathable banget, alias berpori-pori yang memungkinkan kulit si anak lebih bisa bernapas, kelembapan nggak jadi masalah yang signifikan, anak jadi lebih anteng, apalagi mommynya (ingat-ingat si anak nyaman).
c. Biasanya klo tuk Adam, pake 1 diaper cover, bisa 2 kali ganti insert dan liners atau biasanya, pake insert sekali, setelahnya nggak pake insert sama sekali. Kalo pake yg ada lapisan tahan bocor alias PUL, 1 cover bisa 2-3 kali ganti insert dan liners.
d. Clodi ini juga mudah dibersihkan dari noda pup, cepat kering meski ngk pake mesin cuci.
e. Hasna yang kulitnya bisa iritasi klo pake clodi PUL bahkan kalo mimi kelupaan ganti2 sama undie dan training pants, bisa nyaman pake ini.

2. Training Pants Cuddle Me,

training pants murah
a. Karena ukurannya bisa di sesuaikan, ada S/M dan X/XL, jadi lebih irit, nggak harus setiap beberapa bulan sekali beli baru dengan ukuran yang berbeda.
b. Dan aku suka karena pup gampang dibersihkan
c. Juga nggak ada lapisan plastik di dalamnya. Kalau anak pee ya merembes. Tapi lebih sehat 

3. Clodi merek GG (setia nih kita pake udah lebih dari 5 tahun juga, kayaknya 6 tahun deh),
a. untuk bepergian atau pemakaian malam hari, bisa tahan, gantinya 3-4 jam sekali.

Apalagi kalau lagi di gunung, nyuci nih pake tangan, pengering pake matahari, aku pilih2, kalo disana pakenya paling sering ya 2 pasangan merek di atas (enphilia dan cuddle me), sisanya yg lain tuk emergency. Sampe Yusuf 11thn anak no.2 paling pintar dalam hal nyuci pakaian dibanding saudara2nya yang lain, selalu kebagian, nyuci pup adik2nya (begitu pup, langsung kita cuci) dan hasilnya selalu bersih  (nyucinya nggak selalu pake stain remover, kadang pakai air saja).

Pilihan 3 clodi di atas, terutama Enphilia dan Cuddle Me, karena juga ingin si anak jadi lebih sensitive merasakan kering basah, kotor (pup, pee), yang nantinya akan bikin si anak lebih cepat ngasih signal kalo mo pup n pee atau dibawa ke pottynya, dan si mommy jadi lebih dekat dengan si anak, karena kudu sering ganti diaper or training pants dan ngecek sesekali ngingatin tuk pee or puppy tuk yg udah bisa lari-lari kayak Anny.

So all an all, Alhamdulillah, bisa dapat yang sesuai di hati dan logika dan buatan dalam negeri sendiri! Sip kan! πŸ˜‰

Oh iya, kelupaan, tadi mo bilang dampak lain clodi dan training pants terhadap lingkungan kan?
Lets think for a minute
Kita beli clodi, dan training pants, untuk menggantikan disposable diaper, itu bagus!
Tapi, sadar nggak kita (aku jadi nyadar juga), kalo kita jadi butuh banyak clodi dan training pants untuk menggantikan kenyamanan disposable diaper (popok sekali pakai), jadi belinya banyak, karena harus dipake sampe usia 2-3 tahun bahkan training pants ada yang sampe 4-5 tahun, benar?
Untuk bikin semua clodi dan training pants, kan butuh sumber daya yang tidak sedikit, mana lagi clodi yang dari bahan PUL (tidak bocor), itu kain sintetis alias dari plastik, clodi lain juga sama, rata-rata bahannya ada campuran sintetis meski lebih aman, tapi you know plastic effect kan, seperti lingkaran setan deh, seereemmm… nggak bahan plastiknya aja, tapi industry dari hulu ke hilir tuk bikin popok kan banyak wastenya juga, termasuk sampah dari pewarna sintetis untuk bahannya. Jangan kalian pikir aku nggak sedih dengan Ecobisnis Rainforest kita, sama, masih nyampah juga, meski sudah diminimalkan semaksimal mungkin. But my hats off and gratitute tuk yang udah bikin penemuan cloth diaper anti bocor or yg bs cepat merembes πŸ™‚ I’m fully thankful to you :*

We do compromise, I do too!
Tapi kita kudu ingat realitanya, faktanya, jadi kita bisa timbang-timbang secara bijaksana atas setiap pilihan yang kita buat.

I love to live comfortably too kalau memungkinkan, tapi sebisanya jangan merugikan.

Ingat nggak bahwa Alam nggak menghasilkan SAMPAH, semuanya masuk ke siklus sampe tidak ada sampah setitikpun! TAPI, Manusia nyampah banget ya.., apalagi sekarang, masalah keberlanjutan bumi udah di titik kritis, meringis, bikin nanggis! Yuk bikin pilihan bijak!

For Our Baby’s health
For Our Earth
For Mommy’s Sanity too!! *_^

I’m Always in love with baby’s naked butt time, Ups, I mean his chance to have his skin free n breathable to the fullest (tanpa masuk angin lah yau!! Hihi)

Deasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s