Apa berhomestead itu cuma buang-buang waktu saja?

You soul will excel as you dive into sustainability!

Advertisements

Kenapa mesti repot dan buang waktu.?

Kenapa harus repot berhomesteading /hidup sustainable/hidup mandiri?

Berhomestead itu butuh waktu, uang, tenaga, pikiran, kudu banyak belajar, kudu ngerasain rise and fall (apalagi klo pas kena fallnya, nggak enak banget, bisa sampai menyala api di kepala yang bisa sampe bikin ubun-ubun berasap-asap yang asapnya bisa keliatan dari satelit yang ngorbit di bulan @_@, so, kenapa juga harus berhomestead?

Banyak yang nanyain aku dan kami sekeluarga, dari dulu sampai sekarang, kenapa sih mau berhomestead, kenapa sih apa-apa dibikin, dikerjakan sendiri?

Apalagi jaman modern gini, …

Butuh makanan bisa ke pasar, bisa ke supermarket?
Butuh yang matengan bisa order delivery, kalau pengen milih-milih apalagi pengen cake yang enak dan cantik-cantik, tinggal ngajak sekeluarga tuk makan di luar..
Butuh renovasi rumah, tinggal nyewa tukang.
Butuh memberi pengetahuan ke anak tinggal manggil guru
Ingin ngecat rumah buat lebaran panggil tukang cat juga gampang
Kenapa harus nunggu 3 hari sampai kefir jadi, klo ke toko aja ada
Sibuk nggak punya waktu tuk manggang roti, beli aja banyak pilihan

Buat kami sekeluarga?
Semua hal yang berharga itu butuh waktu, butuh tenaga, butuh pengorbanan, butuh repot terutama diawalnya

Apa sih yang berharga dari usaha atau hidup berhomestead itu? Kalau..
Ingin produk ramah lingkungan, beli juga bisa
Ingin makan organik sepanjang tahun, yang jual juga tambah banyak..
Ingin beli furniture yang kualitasnya oke punya, mahal iya, tapi kan jadi hemat jangka panjangnya..

making oven.jpg

Tentu ini semua bisa kalian lakukan, tapi kenapa juga kita tidak melihat di balik semua hal yang ada kaitannya dengan keberlangsungan hidup kita di bumi ini, semuanya ada story behind stuff, semuanya ada nilai yang kita harus bayar, di balik nilai uang itu sendiri.. yang ujung-ujungnya selain pengorbanan sumber daya alam (baca: usia bumi jadi lebih pendek karena dipake sumber dayanya) karena hal-hal yang bisa kita DIY (baca: do it yourself/bikin sendiri), jadi harus panjang mata rantainya karena konsumerisme dan untuk “kemudahan & kenyamanan kita”

testing oven.jpg

Jadi kenapa juga harus repot?

  • Kita jadi berhemat untuk jangka panjangnya, rumah ayam, toilet kering, lemari baju anak, bayangin roti, cake, kefir, saos tomat, tepung, sabun, shampo, sabun cuci baju, pembersih dapur, lip balm, pakan ayam nanam-panen-bikin sendiri. Untuk belanja semua kebutuhan ini dibanding kalau bikin sendiri, repot diawalnya iya, harus ngatur waktu tuk belajar, nyiapin dapur agar alatnya lengkap (investasi alat), kudu nyiapin kebun, dllnya. Tapi jangka panjangnya.. hitung berapa uang yang bisa kalian tabung daripada dihabisin untuk beli ini dan itu yang bisa kalian bikin sendiri.
  • Nggak perlu khawatir lagi dengan apa komposisi tersembunyi dari produk yang kalian beli, nggak usah pusingin, country or place of originnya, pake pengawet apa, klo sintetis apa grade resikonya tinggi atau rendah menurut EWG, gluten atau non gluten, yang jual punya integritas nggak, higenis nggak, yang jual jujur nggak, wadahnya food grade nggak, food gradenya bpa free apa nggak? Dan banyak kekhawatiran lainnya yang bakal kita pikirkan kalau kita beli produk dan kalian nggak usah sakit kepala kalau bikin sendiri kan ya.. (u know, stress will make your body acidic and make you get sick easily and cause wrinkle as well ujung-ujungnya? Gara-gara musingin ada apa di balik label? @_@ karena kalau kita nggak concern, kita bisa sakit, kena food allergy, dll.
  • Bisa bikin produk sesuai keinginan dan kebutuha kita dengan kualitas terbaik yang nggak akan kita dapat kalau beli (butuh belajar dulu tentunya).
  • Pastinya, (logically), kerusakan yang ada dari apa-apa yang kita bikin pasti bisa kita perbaiki sendiri.
  • Tau nggak kalau sebagai umat yang beragama (terutama sebagai muslim) segala hal yang kita lakukan di bumi ini termasuk bela beli nya kita meski untuk pemenuhan kebutuhan hidup itu HARUS kita pertanggungjawabkan di kemudian hari nanti!
  • Beautiful feeling in the end.. you’ve got to do things by yourself n fulfil your family needs.

wood.jpg

Kita cuma butuh untuk mau bahagia untuk repot belajar, cari guru, atau beli buku dan sabar :-*

Aku tahu, banyak diantara kalian yang peduli dengan apa yang ada di balik label produk, siapa yang jual, yang masak higenis apa nggak, hingga peduli dengan cerita dibalik pemenuhan kebutuhan hidup kita kaitannya dengan keseimbangan ekologi dan banyak hal lainnya.

Jadi kenapa juga tidak kita buka mata hati dan pikiran teman-teman lainnya ^_^

To create a sustainable world that we would cherish and keep trees that we will be sitting under it for picnic many years to come and a small river full of fish with clear water, we all need to come together to think and hopefully can make a change :-*

Now, I would like to hear from you..

Kenapa kalian mau repot berhomestead/DIY?
Atau
Kenapa kalian milih nggak repot?

Deasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s