Cara Memulai Hidup Sustainable-Homesteading

Is homesteading for you?
I can show how you can map out and start to plan for your family today ๐Ÿ™‚


Itโ€™s Sunday again, a bit more relaxing here in GMS workshop, since thereโ€™s no staff today, only me and our 5 little kids under 9yo. Yes, weโ€™re here because mommy need to work on Green Mommy Shop for a while, after a long months being up on the farm without going down, which is what I always want. โ€œI wish I would spend my everyday up there in our mountain eco-farm, and move The GMS workshop there too!โ€ wooo hoo!! That would be the best day ever!! But, sadly, honey woke me up everytime I approach him with this idea.. How am I gonna get all the products ship everyday? How are the workers gonna come to work, since thereโ€™s no road for at least 1 km going up and even itโ€™s so slippery for at least 6 months of the year! Sounds perfect for accident to happen with the Rainforest products ๐Ÿ˜ฆ so here I am, still at GMS city workshop :-*

Now, against all odds of Rainforest products creation, I will share you how to start living a more sustainable life aka homesteading (not in the city!).

Iโ€™m sorry for my language again, because I still canโ€™t make up my language mind, to articulate whether I should be consistent to write in Indonesian or English? As much as I want to share the content for my dearest Indonesian women, whom I care most to share. I have disabilities of writting in Indonesian (as you read in most of my posts), and Iโ€™m better in expressing my truth self in English. So.. Iโ€™m still working on how to get the groove in writting with my mother language.

Okay, letโ€™s start to move the house, I mean to move the story message into your mind ๐Ÿ˜‰

Pada tahukan, kalo semakin banyak orang yang ingin merubah gaya hidupnya, ke hidup yang lebih hijau, hidup mandiri, bahkan lebih sustainable even to the fullest dengan cara berhomestead atau hidup dari tanah kita sendiri (baca: memenuhi kebutuhan hidup dengan usaha sendiri dengan menggunakan sumber daya dari tanah kita). Kenapa sih orang-orang pada tertarik untuk hidup berhomestead? Nah ini bahasan besar lainnya.. I can share this with you for 1 hour in brief to make you aware or 5 hours in medium range to make want it and 1 week to get you freak out and change the way you live your life right now, because homesteading is just so COOL n FUN!

flower bed.jpg
Our Food Forest Bed

Iya jujur, kalo aku bilang dari sisi keluarga kami n aku sendiri, gaya hidup berhomestead itu memiliki banyak hal yang menarik ketimbang hidup seperti orang modern saat ini (non homestead).

  1. Hidup lebih hijau dan bakal lebih sustainable n creating more sustainable earth (pahalanya besar sekali buat kita, inshaAllah).
  2. Kalo kita ngerjainnya dengan planning yang tepat, bikin homestead life itu lebih sederhana n mudah.
  3. Dan hidup kita jadi super berkurang stressnya.. alias way more stress free life (artinya kita bakal lebih bahagia dan mengerjakan lebih banyak kebaikan untuk dunia dan akhirat), loveee this one so much!.

Bayangin deh, kalau kita lebih relax, dan punya lebih banyak waktu, kita bakal ngabisin lebih banyak waktu mengerjakan hal yang kita โ€œCINTAIโ€ dan โ€œBERMANFAATโ€ dan kita bisa lebih banyak meluangkan waktu untuk keluarga tercinta, untuk orang-orang yang kita cintai.

Buying new Etawa Goat

Emang iya, menyenangkan dan bikin adrenalin terpacu dan bikin kita jadi excited untuk balajar hal baru, keahlian baru yang akan memberi manfaat jangka panjang untuk kita, keluarga juga masyarakat. Belum lagi kita bakal bisa menghabiskan waktu di udara terbuka yang segar, bebas polusi di alam yang masih hijau.. dan banyak hal lainnya.. Tapi, kita pasti mikir, apa hidup seperti ini cocok buat kita? Cocok buat saya? Cocok buat kami sekeluarga?

Penting banget buat kalian untuk memikirkan pertanyaan di atas secara matang, bukan hal yang sepele untuk merubah gaya hidup, itโ€™s a VERY BIG THING!. Nah kalau kalian ingin mikirin kalau pilihan berhomestead ini tepat untuk keluargamu, aku bisa nolongin sedikit dengan tulisan ini ya.. ๐Ÿ˜‰ then kalian bisa banget, main ke eco-homestead kami di gunung, untuk nyicipin dan tau dengan detail dan nyata, gimana sih hidup berhomestead itu.. :-*

Kadang aku pikir, hidup seperti ini atau ketertarikan seperti ini adalah sesuatu yang kita semua terlahir dengannya, misal, ada yang suka n pintar gambar, ada yang pintar nukang, ada yang suka dengan laut, yang dimanapun kita hidup, panggilan ini akan terus ada dengan kita, dan kita jadi memiliki atau jadi expert dengan skill dari gift ini, tergantung diri kita dan lingkungan dimana kita tinggal. Apa kita mau mengembangkannya dan menjalaninya sebagai pilihan hidup atau tidak. Pada kenyataannya, banyak dari kita yang nggak pernah mengembangkan talentanya atau passionnya karena apapun alasan dibaliknya.

honey make house.jpg
Honey Bunny lagi bikin Rumah untuk Pandai Besi

Sekarang ayo kita cari tahu bagaimana memulai untuk memutuskan berhomestead:

Pertama, Kenali talentamu atau passion untuk berhomestad. Hal ini berlaku untuk semua kalangan, nggak peduli kaya atau miskin, masih muda atau sudah tua, keluarga besar atau kecil (speaking of a big family moving into a homestead life?, Iโ€™m there!, lol!). Mulailah dengan hal yang paling sederhana, mulailah dari nol, mulai dengan skala kecil, nggak usah mikir yang muluk-muluk seperti bikin homestead seperti eco-resort di Bali atau homestead di USA or Europe @_@. Be realistic!. Kenapa? Karena tuk memulai berhomestead, butuh lebih dari sekedar uang untuk kita sukses. Butuh waktu, butuh keahlian, butuh kesabaran, butuh tenaga, butuh keringat, butuh air mata (booooo!!!!!, but seriously, sesekali keran mataku bocor, nanggis karena sebel ma diri sendiri). TAPI, perjalanan berhomestead ini super MENYENANGKAN dan REWARDING!

yusuf in hammock.jpg
Yusuf ngobain tidur di Hammock tadi malam

Langkah kedua, buat perencanaan, riset, banyak membaca dan belajar! Hal ini super crucial alias penting sebelum nyemplung pindah ke tanah untuk berhomestead kalian. Dan jangan lupa, sambil menunggu beli tanah dan pindah secara permanen, pastikan kalian mengembangkan keahlian berhomestead. Penting untuk kalian pahami, memiliki keahlian itu butuh waktu, butuh kerja keras, not just reading. Pikirin profesi seperti dokter, mekanik, penjahit, they trained for many years, spend time, money, effort to be highly skilled. Tapi bedanya nih, keahlian berhomestead itu benar-benar menyenangkan, soalnya, sambil belajar kita punya kesempatan hidup dengan kondisi yang relax, sehat, dan seperti hidup di terapi session for FREE!!. Kita bisa mendengarkan suara burung sepanjang hari, melihat tupai lompat dan sharing makanan sama temannya di ranting pohon, berkebun ditemani anjing setia untuk menjaga kita :-*, melihat lahirnya baby sheep, panen madu, senangnya panen wortel pertama (aku sampe nggak abis pikir, its really Allahโ€™s hands in everything we do, that we become acknowledging it and that love really sip into our soul that we canโ€™t not noticing it and we can’t do anything and only rely on Him solely when weโ€™re living a homestead life). Digging a carrot n potato for example for me is like getting miracles inside the soil. Dan banyak hal lainnya yang sangat menyenangkan dari belajar sambil hidup berhomestead.

homemade table.jpg
Meja Pak Honey untuk pertukangan yang dia buat sendiri dan beratnya, kudu minimal 2 orang tuk geserin atau 4 orang tuk ngangkat @_@ I’m Serious! (soalnya aku yg bantu geser, uhhff!)

Langkah ketiga, Mulai, mulai, mulai! Jangan nunggu kalo sudah siap. Just do it (Like Nike slogan!). Meski juga nanti jatuh bangun, bangun aja lagi.. nggak usah mikirin jatuhnya berapa kali.. Pasti ada hal yang terjadi tidak sesuai rencana, atau bikin setresss….!! atau malah jadi pemicu tuk give up homesteading life.. tapi.. semua hal dikehidupan ini, kan gitu juga adanya, its a nature of life. Kita punya kekuatan untuk terus berjuang, untuk tidak menyerah. Tapi nggak usah punya pikiran, kalau kita bisa langsung jadi homesteader tulen dengan keahlian super. No Master can achieve that in an instant moment. It takes abundance of life to create mastery in the Master himself. When you feel like youโ€™re going to give up, DONโ€™T! ย Kamu pasti bakal melihat perubahan, melihat segala hal menjadi lebih baik, keberhasilan akan datang and itโ€™s all good in the end. Kita hanya butuh untuk tetap berjuang dan sabar. Thereโ€™s a quote I love, โ€œMereka yang yakin dengan hasil yang akan dicapai, bisa berusaha untuk menunggu dan menunggu tanpa kecemasanโ€ Alias sabarnya ya sabar sebenarnya, sabar itu bukan menunggu saja, tapi berusaha, do something while waiting for the outcome, the doing aka the work is the things that make the outcome happen.

Honey & Zak doing bee keeping

Langkah keempat, Pilih mana-mana yang akan kalian lakukan terlebih dahulu dengan bijak. Nggak ada orang di dunia ini yang bisa melakukan segala hal sendiri and so canโ€™t you! And so canโ€™t I or our family. Misal, klo belum pintar tuk bikin rumah sendiri, mending minta orang lain yang bikinin kita rumah. Lebih baik melakukan sedikit hal tetapi kita jadi benar-benar berhasil melakukannya secara konsisten, daripada, melakukan banyak hal tetapi semua hasilnya jelek. Unless if its for survival, you just need to know most stuff even you know some of them you will be suck at it. Selalu, kami sekeluarga mencoba melakukan sesuatu hal, belajar sesuatu hal, dan menemui kegagalan (failure is a common term and its not something bad if you open your big heart to accept your failure, I tell you it’s not easy even for me but it can be done, I’ve done that and some part of my life, I’m still working on it). What we as family normally do, when we tried and tried and we failed, we stop. And later on, maybe months later when the time is right, when we have done our homework and have more energy, we try n start again, sometimes we start all over again. No Shame in that. Honey said “So what if you have to fail”.

Setelah kalian menjalani kehidupan berhomestead selama beberapa tahun, pasti keahlian yang kalian miliki sudah banyak dan kalian akan lebih bijaksana untuk membuat berbagai keputusan. Kalian akan punya intuisi or inner voice a wisdom one untuk tahu mana yang sekiranya akan berhasil dan mana yang bakal buang-buang waktu saja.

Dan akhirnya…. langkah terakhir dan paling utama adalah….. โ€œNIKMATI KEHIDUPAN BERHOMESTEADMU! :-* nikmati udaranya, nikmati kedekatan dengan keluarga, nikmati keberhasilan panen wortel mini, nikmati kebahagiaan dari membuat kebutuhan untuk keluargamu. Nikmati kesederhanaan dari hidup berhomestead, nikmati hubungganmu dengan Sang Pencipta.

beautiful moon.jpg
Gratitude should be our attitude

At the end of the day (after you read and digest my piece of mind), you will wonder..

Why the heck you do not start living a homestead life yet? (I can hear yaa… and I know how that feels….).


Ps: Kalau kalian ingin mencoba gimana sih rasanya hidup berhomestead secara super duper real to the second (no sugar coating here!), come and try to live in our Eco-Farm, kalian bisa datang sekeluarga atau sendiri dan menyewa salah satu gubuk kami. Ikuti keseharian kami from dusk till dawn and feel the enjoyment and you might be surprised to have an urge of Beautiful Gratitude as a bonus :-*

Silahkan hubungi kami di and I’ll get my hands there to help you :-*

Untuk kamu yang ingin mendengarkan versi audionya, silahkan clik link di bawah ini ya ๐Ÿ™‚




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in: Logo

You are commenting using your account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s