Jurnal Ramadhan + Tips Zero Waste hari ke 4

Rata-rata dari kita nggak sadar dengan masalah polusi plastic, apalagi polusi dan dampak dari sampah apapun asalnya.

Yang lebih membinggungkan lagi, bagaimana memulai memangkas sampah yang kita hasilkan setiap harinya?

Tau nggak kalau sampah terbesar yang kita hasilkan sehari-harinya itu berasal dari dapur? Terutama dari dapur ketika kita berpuasa.

food waste2

Fakta 1
Kalau kalian mengkonsumsi produk hewani segar seperti daging ayam, daging kambing, daging sapi, ikan, telur, keju, butter, (susu nggak saya masukin karena produk ini rata-rata menggunakan wadah plastik dan dalam wadah literan atau bubuk dalam wadah kaleng yang mungkin nggak akan habis setiap hari. Pasti kalian tidak menghasilkan “sampah” yang banyak jika dibandingkan dengan dapur mereka-mereka yang sehari-harinya vegetarian atau vegan apalagi Raw Vegan, misal seperti kami (we’re not vegan!) tapi kami mengkonsumsi makanan raw-vegan-vegetarian sehari-harinya sepanjang tahun sejak 1 dekade terakhir, sampah organik kami banyak sekali!, bahkan butuh 5 composter untuk rumah dikota! untuk tidak membuang sampah organik sama sekali ke TPA!. Tapi pada kenyataannya sampah dapur dari pola makan hewani minim sayuran adalah salah satu penyumbang kerusakan bumi dan sampah terbesar di dunia.

Fakta 2
Industri Makanan seperti fast food, makanan dipacking seperti snack, sayur dan hewani segar yang di jual di supermarket, bumbu botolan, dll menghasilkan sampah organik dan non organic yang jauh lebih besar daripada sampah rumah tangga yang membuat masakannya sendiri dalam hitungan konsumsi per orang per hari.

Fakta 3
Sering makan dirumah dengan masakan rumah mendekatkan kita dengan anggota keluarga lainnya.

I think you got it!
Lebih lagi,
Coba baca fakta-fakta berdasarkan penelitian dibawah ini:

Livestock is responsible for 65% of all human-related emissions of nitrous oxide – a greenhouse gas with 296 times the global warming potential of carbon dioxide, and which stays in the atmosphere for 150 years.

Animal Agriculture is responsible for 20%-33% of all fresh water consumption in the world today. 

Animal agriculture is the leading cause of species extinction, ocean dead zones, water pollution, and habitat destruction.  [xix]  [iv]

As many as 40% (63 billion pounds) of fish caught globally every year are discarded.

Animal agriculture is responsible for up to 91% of Amazon destruction.

26 million rainforest acres (10.8m hectares) have been cleared for palm oil production.   [ix]

80% of antibiotic sold in the US are for livestock.

Throughout the world, humans drink 5.2 billion gallons of water and eat 21 billion pounds of food each day.

We are currently growing enough food to feed 10 billion people.

82% of starving children live in countries where food is fed to animals, and the animals are eaten by western countries.

Dairy consumption may lead to breast lumps.

Dairy may “give guys man-boobs”

One-third of food produced for human consumption is lost or wasted globally, which amounts is about 1.3 billions tons per year

Food is lost or wasted throughout the supply chain, from initial agricultural production down to final household consumption.

Food losses represent a waste of resources used in production such as land, water, energy and inputs, increasing green gas emissions in vain (FAO,2011). 

Compare to this!

1.5 acres can produce 37,000 pounds of plant-based food.

1.5 acres can produce 375 pounds of beef.

A person who follows a vegan diet produces the equivalent of 50% less carbon dioxide, uses 1/11th oil, 1/13th water, and 1/18th land compared to a meat-lover for their food.   [xx]

Each day, a person who eats a vegan diet saves 1,100 gallons of water, 45 pounds of grain, 30 sq ft of forested land, 20 lbs CO2 equivalent, and one animal’s life.   [xiv]

food waste.jpg

Kita sudah tahu kenapa sampah dapur dan cara konsumsi makanan kita mempengaruhi jumlah sampah yang kita keluarkan, sekarang bagaimana solusinya. Memasak sendiri itu mudah iya, tetapi ada banyak hal lainnya yang juga akan bisa menghasilkan banyak sampah jika tidak kita rencanakan dan kita perlu untuk belajar keahlian dan manajemen dapur yang tepat sesuai keunikan keluarga atau diri kita masing-masing.

Jadi hari ini kita akan ngomongin tentang bagaimana zero waste dari rumah, kaitannya dengan memasak makanan sendiri dan mengurangi membeli makanan diluaran.

Kita analisa kaitan zero waste dengan proses dari hulu ke hilir tentang makanan yang kita pilih buat sendiri dari rumah (hulunya nggak termasuk dari petani ke pasar ya.., bisa nggak mau baca artikel ini kalau aku tulis semuanya).

Cara Kita berbelanja
1. Bawa Tas belanjamu sendiri
Bandingkan jika kamu beli makanan jadi, apa kita tau kalau si penjual belanja bahan makanannya dengan membawa tas belanja sendiri?

2. Bawa kantong kecil untuk setiap produk yang dibeli
Seringkali, yang menjadi sampah terbesar adalah packaging dari setiap item produk yang berbeda. Dengan membawa kantong belanja sesuai banyaknya produk yang biasa kita beli akan sangat mengurangi sampah wadah plastic maupun stereofoam.

3. Sediakan toples kaca (jars) atau wadah stainless steel yang tidak mudah bocor untuk berbelanja ikan, ayam, atau produk yang tidak bisa dikantongi dengan tas kain.
Kantong plastic bekas bukan solusi untuk jenis bahan makanan satu ini. So try to stick with this idea ya..

4. Buat shopping list sesuai menu dan disiplin juga konsisten untuk mengikutinya! Be realistic ketika berbelanja.
Bisa dibilang, setiap dari kita yang tidak konsisten dengan mengikuti menu yang dibuat, apalagi yang nggak bikin menu, pasti belanjanya ngawur, terlalu banyak, kalap, boros, dan akhirnya nyampah banget.. (pardon my language ya..)

5. Berbelanja lebih sering agar bahan makanan selalu segar dan memperkecil kemungkinan membuang bahan makanan menumpuk yang tidak dipakai karena lupa, terlalu banyak, rusak karena terlalu lama tidak dipakai.
Ini tadinya adalah dilemma keluarga kami yang tadinya memilih untuk tidak menggunakan Kulkas. Agar produk bisa dibeli fresh n full of the peak nutrition in it, terpaksa harus beli seperlunya, habis baru beli dan ekonomis jadinya. Dengan punya kulkas, kita jadi mikir untuk pengiritan waktu pergi berbelanja. Okelah itu alasan yang bagus juga apalagi untuk para mommies. Tapi apa itu efektif dan kita disiplin untuk tidak nyampah?

Dimana kita belanja
1. Pilih pasar daripada supermarket
Di pasar kita masih bisa mengontrol untuk berbelanja dengan kantong sendiri termasuk untuk single item, kalau disupermarket? Munkin ada yang sudah pernah nyoba? Saya sudah bolak-balik nyoba dan sangat nggak nyaman untuk kena semprot, untuk nggak dibolehin. Dengan alasan prosedur, dll. Bahkan beli paprika cuma distikeri dan dibolehin nggak usah dikantongin itu udah Alhamdulillah, atau 1 kantong untuk banyak jenis dengan stiker beda-beda menempel dikantong. Inipun pasti dilirik dikasir.. Kita kudu pintar-pintar meminta, mengkategorikan, dsb. Kalau dipasar? No worries! Apalagi kita jadi punya hubungan baik, karena menjadi kenal dan ngobrol say hi dengan mereka. I love shopping in the Traditional market! Malah jadinya ditanyain, Bu Deasi bawa kantong sendiri kan? Atau mana kantongnya buu…? 😉
2. Belanja di tempat grosir atau di tempat yang kalian bisa membeli dengan system refill. Seperti di GMS 😉 Kenapa? Karena produk bisa dibeli tanpa label, tanpa nota, tanpa wadah, dan penjual seperti kami (meski belum semua produk), lebih memilih customer datang/memesan dan berbelanja baru kita packing, daripada sudah disiapkan untuk langsung siap ambil, bayar, pergi. We prevent packaging as much as we can.
3. Belanja langsung ke petaninya (kalau memungkinkan).
Ini sangat memungkinkan untuk mengurangi sampah yang dihasilkan dari hasil panen yang harus dipilih lebih bagus untuk dijual ke pasar apalagi ke supermarket.

Apa yang harus dibeli
1. Pilih bahan makanan segar, yang sedang musim dan organic sebisa mungkin.
Pilihan seperti ini bukan saja sangat bernutrisi untuk kita sendiri, tapi juga sangat menguntungkan petani lokal dan mengurangi karbon foot print dan pilih yang tidak dibungkus.
2. Pilih makanan yang mengandung karbon foot print lebih rendah, misal pilih daging cukup seminggu sekali dan sisanya makan vegetarian sepanjang minggu.
3. Beli susu dengan wadah yang bisa diisi ulang
4. Beli roti dengan kantong roti sendiri
Pilih memesan roti terlebih dahulu ke bakery terdekat, inshaAllah pasti bisa, atau pesan ke teman yang biasa bikin roti.
5. Beli teh yang bukan teh kantong (loose tea).
Kantong teh biasanya terbuat dari serat sintetis, atau misalpun kain masih mengandung bahan kimia sintetis dalam pembuatannya termasuk juga ada yang dibuat dengan campuran plastik.

Yang sebaiknya tidak dibeli
1. Makanan instant/processed food
Selain sampahnya banyak, nutrisnya berbanding terbalik alias sangat sedikit, bahkan isinya terlalu banyak bahan yang tidak sehat untuk tubuh kita.
2. Hindari untuk membeli air gallon, filter airmu sendiri.
3. Jangan membeli sirup dan minuman instant, bikin sendiri minumanmu.

Manajemen Dapur
1. Masak makananmu sendiri
Pastinya kalian akan sangat-sangat membantu mengurangi sampah dari bungkus makanan baik makanan instant maupun makanan warung-restoran-kaki lima. Dengan memasak, kalian akan terpaksa untuk makan makanan yang dimasak, menghabiskan sisa di freezer jika berlebih, kalian akan jarang beli makanan dari luar, menjadi lebih sehat (bayangkan bahaya makanan yang dibungkus plastic, sterofoam, termasuk bahan kimia sintetis pada makanan) dan tabungan menebal pula.
2. Belajar mengawetkan makanan
Ini tujuannya agar makanan sisa dan bahan makanan yang tidak terlalu bagus untuk tidak terbuang percuma (jangan mengandalkan komposter ya!).
3. Belajar membuat susu kacang dibanding jika kamu harus bergantung pada supply susu sapi/kambing. Karena ini bisa kalian bikin kapan saja dari rumah.
4. Buat condiments sendiri dan belajar untuk mengawetkan bahan makanan, seperti extrak vanilla, saos tomat, saos sambal, cuka apel, cuka putih, mustard, selai, asinan, dll.
5. Pastikan untuk mengkomposkan sisa makanan dan sampah makanan.
Please jangan bergantung pada ketersediaan kompos, tetapi berusahalah untuk tidak membuang bahan makanan dan makanan jadi yang sudah tersedia.
6. Belajarlah manajemen dapur dengan baik dan tepat untukmu.
7. Sediakan wadah-wadah penyimpanan untuk menyimpan sisa makanan.
Pilih wadah kaca atau stainless steel ringan. Please try not to use plastic container.
8. Pastikan untuk memakan makanan sisa yang disimpan.
9. Jangan memberikan makanan lebih dari yang biasanya dihabiskan oleh anggota keluarga.
10. Rencanakan menu dengan bijaksana, pilih makanan yang akan dimakan oleh semua anggota keluarga, ajak mereka berdiskusi apa saja yang akan dimasukkan dalam menu, dan informasikan, pasti aka nada makanan yang bukan favorit mereka tetapi adalah favorit orang lain, dan karenanya kita harus bertenggangrasa dan masing-masing akan punya favorit dan yang tidak favorit tetapi semua makanan akan harus dimakan dan dihabiskan.
11. Simpan makanan di tempat yang benar dan tepat untuk menghindari makanan dan bahan makanan cepat rusak.
12. Jaga dapur tetap rapi, bersih dan fungsional, agar mudah untuk memasak dan menemukan bahan makanan. Tidak ada lagi kata sayang, sudah dibuka rusak karena lupa dan beli lagi yang baru.
13. Belajar untuk memahami tentang tanggal kadaluarsa. Tanggal kadaluarsa itu bukan berarti produk sudah rusak dan sama sekali tidak bisa dipakai, tetapi pada dasarnya adalah tanggal batas untuk produk tersebut memberi manfaat paling maksimal.
14. Perhatikan apa saja yang biasanya menjadi sampah dapur (tulis jika kamu pelupa seperti aku.
15. Donasikan bahan makanan atau makanan yang berlebih dirumahmu

Duh, rasanya sudah panjang sangat artikel ini.. padahal belum masuk ke aplikasi 6R, Sabar.. kita sudah mau selesai ^_^

Refuse
1. Makan di luar rumah/makan beli
Apakah kalian tahu, setiap usaha makanan/minuman mengkalkulasikan bahan yang mereka sediakan jauh lebih banyak dari yang mereka jual untuk berjaga-jaga, memilih bahan terbaik, dll.

Reduce
Kurangi packing plastik atau packing yang tidak dibutuhkan dengan membawa kantong belanja sendiri.

Refill
Pastikan belanja isi ulang untuk produk-produk dapurmu, seperti susu, dan sejenisnya.

Reuse
Pergunakan kembali kantong-kantong belanjamu, pastikan miliki kantong belanja yang kuat dan tahan lama, mudah dibersihkan dan cukup untuk belanjamu.

Recycle
Sayangnya, rata-rata sampah plastic dan pembungkus (selain kertas, karton) dari sampah dapur yang non organic tidak bisa di recycle, untuk sampah plastic pada kenyataannnya, rata-rata hanya di downcycle.

Rot
Komposkan sisa dari produksi dapurmu semaksimal mungkin ya..

masakan sendiri copy.jpg

Food is more than something to stuff our mouth with to keep us going
Food is the fuel for our ibadah activities
Food is the connection between our existence to our Creator
Have a healthy and Blessful Meal

Deasi

Sources:
https://www.theguardian.com/environment/georgemonbiot/2015/may/29/its-time-to-wean-ourselves-off-the-fairytale-version-of-farming
http://www.cowspiracy.com/facts/
http://www.fao.org/food-loss-and-food-waste/en/
http://www.stopfoodwaste.ie/the-big-waste-why-do-we-throw-away-so-much-food/

Advertisements

2 thoughts on “Jurnal Ramadhan + Tips Zero Waste hari ke 4

  1. Alhamdulillah, sudah mulai, memang yang paling disukai belanja di pasar tradisional.
    Hanya kesulitan saya di Air,
    Bagaimana caranya yah?
    Saya masih pake air galon RO apa itu bagus?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s