Jurnal Ramadhan + Tips Zero Waste hari ke 5

Menyediakan Takjil, hantaran & Buka Bersama ala Zero Waste

Sebenarnya hal yang satu ini sudah dijalankan secara turun temurun dengan gaya zero waste.. Bahkan sampai sekarangpun, masih banyak takjil, hantaran dan buka bersama termasuk dengan hidangan makan malam yang berzero waste ria. Kalau di desa hal ini mungkin meski sudah agak-agak nggak zero waste, karena penambahan ini dan itu dari gaya orang kota, yang membuat orang desa pun zero wastenya, nggak zero-zero banget.

Sekarang fokus ke penghasil waste terbesar yuk, yaitu masyarakat perkotaan.

Gimana sih biar bulan ini, giliran kita ngirim takjil atau mengadakan buka bersama bisa sukses maksimal zero wastenya.

Berikut tips sederhananya
1. Rencanakan takjil, hantaran atau makan bersamanya.
Apa maksudnya?
merencanakannya tidak sekedar merencanakan seberapa banyak kue dan minuman yang akan dibuat, seberapa banyak porsi untuk makan malam yang akan disediakan. Tetapi juga termasuk, misal:
*untuk berapa orang takjilnya, dan berapa orang makan malamnya?
*seberapa banyak rata-rata setiap orang makan kue?
*seberapa banyak rata-rata setiap orang akan minum?
*seberapa besar porsi rata-rata setiap orang jika makan tidak di rumahnya sendiri dan mungkin makanan yang dihidangkan bukan favorit mereka?
*menentukan seberapa banyak makanan dan minuman akan kita buat, berdasarkan perhitungan di atas?
*jika makanan dan minuman tidak habis, akan diapakan, atau dikemanakan?
akan kita simpan dikulkas untuk kita habiskan? bisa disimpan di toples atau di   termos saja? atau adakah tempat atau orang lain yang bisa kita kirimkan sisa makanannya untuk dinikmati?
*cukup tidakkah piring, gelas, sendok, lap tangan (pengganti tissue), atau jika akan memberikan hantaran apakah rantang atau sejenisnya kita punyai? dsb

2. Pastikan untuk berbelanja dengan mental zero waste semaksimal mungkin.
siapkan tas belanja reusable kita termasuk kantong-kantong kecil, termasuk juga wadah-wadah anti air untuk mengisi belanjaan seperti ikan, daging, dan sejenisnya?

3. Jika peralatan makan minum kita tidak cukup, pastikan untuk pinjam dari tetangga atau pinjam dari perlengkapan RT/RW, biasanya disediakan untuk bisa dipinjam oleh warganya.

4. Pilih menggunakan lap tangan reusable bukan tissue.
Mungkin sekarang kalian belum pada punya, jika ada dana lebih, membuatnya sendiri atau dijahitkan adalah opsi terbaik. Kain untuk lap tangan tidak mahal, dan memotong juga menjahit pinggirannya juga tidak mahal. Atau beri opsi untuk cuci tangan sesudahnya, sediakan tempat untuk cuci tangan dan beberapa handuk tangan.

5. Siapkan 2 tempat sampah dengan tulisan besar, sampah basah dan sampah kering dan bantu para tamu atau yang datang untuk takjil agar menggunakan tempat sampah sesuai kategorinya.

Now, you’ve done your best with the good intention, alhamdulillah!

Sekarang kita ngomongin dilemanya..

Untuk menyediakan takjil di masjid, makan malam di rumah atau masjid yang dekat mungkin ini akan lumayan mudah dilakukan dengan gaya zero waste, termasuk melakukan hantaran yang tidak banyak.

Namun bagaimana jika hantarannya makanan yang banyak? untuk misal 5 orang bahkan untuk puluhan orang yang tempatnya jauh? atau yang tempatnya berpindah-pindah dan mereka tidak bisa diundang begitu saja?

Beberapa alternatif untuk hantaran/takjil yang jauh dari tempat kita:
1. Pastikan untuk selalu menargetkan ke daerah sekitar kita dulu yang mudah dijangkau dan orang-orangnya mudah diundang untuk datang berbuka bersama.
2. Untuk hantaran yang harus jauh, pilih opsi wadah yang bisa dikomposkan, seperti:
wadah dari bambu/besek kata orang jawa
daun pisang

Paket-Gudeg-Besek-1-Gudeg-Yu-Djum-Pusat

atau kalau sangat memungkinkan secara pendanaan dan tidak memungkinkan opsi diatas, pilihannya jatuh ke wadah yang bisa dikomposkan, seperti bio plastik (yg sebenarnya bukan plastik, tetapi bahan yang bisa terurai dalam hitungan 1-4 bulan tergantung bahannya.

3. Pilih untuk menyediakan takjil dengan kue-kue yang tidak menggunakan bungkus plastik, pilih finger food atau dengan bungkus daun.
4. Jika akan berpartisipasi untuk memberi hidangan takjil setiap hari selama bulan puasa yang takjilnya harus dibawa pulang, seperti takjil untuk anak TPQ, koordinasikan dengan para wali santri atau pengurus TPQ untuk mewajibkan para santri membawa tas plastik bekas atau tas yang bisa dipakai berulang, untuk setiap harinya sebelum pergi mengaji membawa tas jajanannya sendiri untuk diisi ulang dengan jajanan sebelum mereka pulang. Jika hal ini tidak memungkinkan, para Ustadzahnya menyiapkan tas bekas atau tas yang bisa dipakai berulang untuk para santrinya dan mewajibkan para santri untuk membawanya kembali dikeesokan harinya.
5. Jika kita membagi-bagikan makanan di jalan, atau di masjid, dll. Pun dengan wadah makanan seperti besek, atau dibungkus daun pisang, sudah sangat tidak butuh untuk dimasukkan ke kantong plastik atau kantong kain. (Ada yang masih ingat, dijaman sebelum tahun 2000, ini menurut pengalamanku pribadi, oleh-oleh yang dibawa pulang dari pengajian, arisan, acara di masjid, buka bersama, tidak ada yang sudah dimasukkan ke kotak nasih kardus, besek atau daun pisang (jaman dulu nggak pake sterofoam atau bungkus nasi) yang kemudian dimasukkan lagi ke kantong plastic individual. Kita bawa sendiri-sendiri, rata-rata ya pake tangan, karena nggak terbiasa membawa kantong kain sendiri. Pun ini bukan sesuatu yang aneh dan bukan masalah atau tidak sopan.

buka-bersama

Ok, sekarang ayo menyelami Zero Waste untuk sampah dari wadah makanan dalam bulan puasa ya..

Refuse
1.Tolak memberikan takjil dengan kantong plastik, kue dengan pembungkus plastik dan minuman gelas plastik atau kotakan, pilih dengan alternatif diatas.

Reduce
1.Kurangi penggunaan pembungkus untuk hantaran, atau takjil dari bahan yang tidak bisa didaur ulang termasuk kantong plastik atau kantong kain untuk memberikan makan malam/takjil yang bisa dibawa pulang.
2.Kurangi penggunaan tisue makan & sedotan.

Recycle & Rot
1.Ingatkan kepada mereka-mereka yang mengambil takjil, atau di masjid dan TPQ, musola atau manapun tempat kita berbagi takjil untuk membuang sampah pada tempatnya, agar mudah di recycle dan dikomposkan sesuai kategorinya.

zero waste ramadhan

Our life will be faced with challenges along the way
It’s normal!
Don’t give up with Struggle as it is never been easy
But it always result in stronger us & stronger iman, inshaAllah

Deasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s