Journal Ramadhan + Tips Zero Waste hari ke 6

Berhenti menggunakan tissue untuk keperluan :
Tissue dapur (paper tissue)
Tissue kamar mandi (toilet paper)
Tissue untuk dibawa kemana saja
Tissue basah
Tissue wajah
dan sejenisnya!

Kenyataan dibalik pembuatan tissue
Pasti kalian pada tahu kalau pembuatan semua jenis tissue itu pada dasarnya sama, baik toilet paper, paper towel atau biasa disebut tissue dapur dan tissue wajah.

Termasuk juga tissue basah, yang satu ini lebih kompleks bahan dan cara pembuatannya.

Tetapi, semua tissue pada dasarnya dibuat dari kayu artinya harus mengorbankan pohon.

Memang sih ada toilet paper, wet wipes dll yang terbuat dari bahan recycle hingga bahan yang bukan berasal dari pohon seperti serat hemp. Tapi karena kita di Indonesia, sebaiknya nggak usah ngomongin alternatif ini, karena dianggap aja tidak tersedia, karena susah, pilihan-pilihan ini adalah produk import.

Ditambah lagi, kebanyakan dari toilet paper saat ini dibuat dengan serat sintetis!

toiletpaperwaste

Berikut ini adalah bahan untuk membuat berbagai jenis tissue secara umum:
Pohon
Air
Bahan kimia untuk mengekstrak serat
Pemutih seperti chlorine dioxide
Untuk tissue yang di recycle, biasanya akan menggunakan berbagai macam bahan tergantung produsennya seperti oxygen, ozone, sodium hydroxide, peroxide, untuk memutihkan dan mensterilkan bahan.
Kemudian akan diproses untuk dibentuk, hingga diberi pewangi.

Pembuatan tissue dari pohon tidak sekedar menggunakan pohon berkayu lembek, tetapi juga menggunakan pohon berkayu keras biasanya dengan komposisi 70% kayu keras dan 30% kayu lembek). Untuk kayu keras bisa dipanen akan butuh waktu puluhan tahun dan kayu lembek butuh waktu minimal 6 tahun. Jadi bayangkan sendiri dampaknya ke berkurangnya pohon-oksigen-satwa-air, dll.

PERMASALAHANNYA
Berapa tahun yang lalu sih, kebiasaan untuk hanya menggunakan produk sekali pakai dan dibuang itu menjadi kebiasaan?
Teringat jaman kecilku, melihat produk seperti tissue wajah, toilet paper, celana dalam sekali pakai, itu sesuatu yang aneh, sesuatu yang kalau dipikirin, “duh kok dibuang ya?” Sesuatu yang bikin kepalaku tergelitik, liat harga mendelik!.

Sekarang?
Budaya Indonesia pun jadi berubah mengikuti budaya USA yang bisa dibilang budaya “sekali pakai-buang”. Dan parahnya, kita menjadi merasa apa yang dibujuk oleh iklan itu sesuatu yang ideal, dan kita menjadi teryakinkan untuk mengikuti budaya “pakai-buang” ini.

Berpikirkah kita dengan dampak dari lifestyle ini? dari pilihan ini?
Produksi tissue dan sejenisnya selain menghapus hutan dunia, juga bahan kimia yang digunakannya merusak sumber air kita, masuk ke tubuh kita dan membuat kita sakit. “Lingkungan yang sakit = Manusia yang penyakitan”.

Ada yang masih ingat, kalau kemana-mana harus bawa sapu tangan? atau kalau ingat kakek-nenek kita untuk kita-kita cucu yang lahir digenerasi tahun 70-80an?
Aku masih ingat betul, baik nenek-nenekku yang di jawa, atau nenek teman-temanku yang di Manado (karena aku lahir besar di Manado), semuanya kemana-mana bawa sapu tangan. Bahkan sapu tangannya nggak pernah dilipat. Cuci, kering, pakai, bahkan disimpannya dipelintir.

Ada keindahan, ada cinta, ada rasa bersyukur dan ada cerita disetiap sapu tangan mereka. Aku paling suka, ketika melihat nenek-nenek temanku, tetangga, yang datang ke toko ibuku, untuk berbelanja atau menyetor jualan hasil kebun mereka, dan membuka sapu tangan yang dipelintir untuk mengambil atau menyimpan uang dan benda kecil mereka. Bermain gaya jualan dan belanja nenek-nenek pake sapu tangan adalah salah satu memori masa kecil yang sangat berkesan.

Ketika dijaman ayah-ibuku, sapu tangan masih tetap dipakai, tetapi harus diseterika. Aku masih ingat ketika sd belajar menyeterika, pilihan favoritku adalah menyeterika sapu tangan keluarga. Berwarna-warni, berbagai tekstur dan ukuran sesuai karakter dan pilihan masing-masing anggota keluarga. Kadang aku suka ngeliatin “kepengen” punya sapu tangan milik teman yang lebih lucu, lebih girlie..
There are so many beautiful stories dibalik setiap sapu tangan..

Saat ini
Sapu tangan menjadi sapu tangan sekali pakai alias tisu.
Mencuci tangan yang kotor dan mengeringkannya menjadi hal yang sulit sepertinya. Tinggal ambil tisu, atau tisu basah, beres deh!

Apakah ini sederhana dan bermanfaat?

Kalau diingat kenapa orang jaman dulu memilih menggunakan kain untuk berbagai fungsi pengganti tisu?
Mikirin untuk beli sesuatu yang kemudian harus langsung dibuang itu ya buang-buang uang..
Mikirin untuk harus mengeluarkan energi untuk merencanakan membeli tisu, harus pergi beli, harus memasukkannya ke budget itu sangat complicated!
Setiap hal yang dimiliki itu punya makna, punya cerita, punya cinta, dan nggak seharusnya kita berpikiran yang sebaliknya.
Hidup dengan lebih sedikit barang itu lebih menyenangkan, lebih bebas karena lebih sederhana nggak harus mikirin banyak hal yang nggak penting-penting banget, kan ya..

Dilema masyarakat perkotaan
Mungkin untuk kita masyarakat perkotaan, yang hidupnya serasa dikejar waktu, dikejar target dunia, tissue dan keluarganya adalah penolong hidup. Tetapi penolong hidup ini memiliki dampak lingkungan yang sangat besar dan membahayakan. Secara langsung ke kita pribadi karena kesehatan dan lingkungan untuk jangka pendek apalagi jangka panjangnya.

“Americans use close to 8 million tons of toilet paper every year,10 and forests are being destroyed to keep up with this demand. As reported by the Natural Resources Defense Council (NRDC):11”

“Giant paper producers are forcing the destruction of our continent’s most vibrant forests, and devastating the habitat for countless wildlife species in the process.

Dilemanya
Meski alternatif recycle tissue, atau dari bahan yang bukan kayu seperti serat hemp, serat bambu, pilihan ini bukanlah pilihan yang sustainable dalam jangka panjang.

Tissue juga menjadi polemik besar sebagai sampah dan penyumbat pipa termasuk bahan ini masuk ke badan air untuk air seperti PDAM.

wetwipes damage.jpg

Dampak kesehatan pun menjadi efek negatif selain untuk lingkungan, mulai dari pencemaran air yang kita minum, tanah tempat kita mengomposkan tisue, udara, tanaman yang kita panen menggunakan kompos yang ada tisuenya, dll. Tercatat efek samping dari penggunaan berbagai jenis tissue seperti menurunkan kekebalan tubuh, inferitilitas, cacat bawaan sejak lahir, masalah reproduksi, ruam kulit, dll.

Alternatif untuk semua produk tisue diatas
Toilet Paper

1. Ganti toilet paper dengan air saja, dan sediakan handuk untuk masing-masing anggota keluarga untuk mengeringkan tangan.
2. Bawa beberapa sapu tangan untuk bepergian kemana saja.
Tissue Wajah
1. Ganti dengan kain untuk membersihkan wajah yang lembut
Tisue dapur/Paper towel
1. Ganti dengan kain lap dapur
Tisue makan

1. Ganti dengan sapu tangan untuk makan
Tisue basah
1. Ganti dengan kain bekas/handuk bekas yang dicelupkan ke air sabun atau sejenisnya seperti Happy Hands and Baby Butt

Sekarang kita rekap Zero Waste Tissue ya…
Refuse
Tolak penggunaan tissue dan hadiah tissue gratisan

Reduce
Jika belum bisa bebas sama sekali, pilih tissue dari bahan recycle, yang tidak ada bungkus plasti yang minim bahan kimia sintetis berbahaya di komposisi/proses pembuatannya.

Reuse
Pilih untuk menggunakan kain penganti tisue sekali pakai semaksimal mungkin

Recycle
sayangnya opsi ini belum tersedia di Indonesia, please let me know kalau ada.

Rot
Tisue mudah terkomposkan, sayang tidak begitu adanya dengan tisue basah (sudah kami buktikan sendiri).
Selalu pastikan untuk mengomposkan tisue semaksimal mungkin (sediakan komposter di rumah, karena rata-rata komposter publik tidak terkelola dengan baik).

Kunci Sukses Zero Waste dari penggunaan tisue?
1. Cari alternatif dari tisue!
2. Ubah pola pikir jika kain dan sapu tangan itu kurang higenis dan menjijikkan.
3. Siapkan alternatif penggantinya.. (jangan dipikirin aja, act now!)mulai bongkar lemari, cari pakaian yang pas untuk dijadikan lap, tisue, dll dari pakaian yang sudah tidak terpakai lagi.
4. Buat sistem yang bisa efektif terutama untuk dipakai sekeluarga.
5. Selalu mengingatkan dan menyemangati satu sama lain

tisu copy

Love created and collected upon things that we use throughout so many moments that really matters, things that are not worn out easily, things as simple as your useful handmade handkerchief!

Deasi

Sources:
https://en.wikipedia.org/wiki/Wet_wipe http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2015/04/04/flushable-wipes.aspx
http://downtoearthmother.com/2015/03/10/babywipesingredients/
http://www.zerowastehome.com/about/tips/
http://www.toiletpaperhistory.net/toilet-paper-made/how-is-toilet-paper-made/
http://www.compostthis.co.uk/wet-wipesbaby-wipes
http://www.bbc.com/news/av/uk-37772399/wet-wipes-flushed-down-toilet-block-drains-says-water-firms

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s