Ramadhan Journal + Tips Zero Waste hari ke 7

Kantong plastik dan packing apapun untuk single produk packaging itu paling nyampah!

Ngomongin plastik nggak ada habisnya..
Padahal ini cuma salah satu dari banyak sumber sampah dunia, ada:
metal
kertas
plastik
sterofoam
dsb

Hari ini bahasannya gimana kita bisa sangat mengurangi sampah dari kebutuhan belanja kita sehari-hari.

Lho, bukannya kemarin kita sudah ngomongin tentang membawa tas belanja sendiri?
Iya.. itu benar, itu salah satu tahap untuk zero waste shopping n in general.
Tapi…
Sadarkah kita, begitu kita melongok melihat apa isi tas belanja kain/reusable kita?
misal nih, kita belanja ke supermarket, atau ke GMS aja..Mulai dari makanan hingga pembersih wajah
pasti isinya berbagai macam produk dengan single packaging.
Bagaimana juga dengan ketika kita ngintip kulkas kita?
pasti isinya penuh dengan berbagai single packaging juga, mulai dari sisa makanan dalam wadah plastik, cling wrap untuk ini dan itu, sampai alumunium foil dll.

Banyakan mana sampah dari single packaging dengan sampah kantong belanja?

This is where the story of waste begin to be a giant snow ball!

Packaging terutama single-use packaging atau packing per item produk itu adalah hal yang sangat wajar di dunia usaha retail. Semua produk mulai dari minuman, personal care, cosmetic, produk pembersih rumah tangga, semuanya di rancang untuk digunakan sekali saja, kemudian isi habis, dibuang dan akan jadi sampah yang tidak terecycle, terecycle (jarang) atau dikomposkan (apalagi ini, akan sangat jarang untuk di reuse).

Belum lagi alur produk sampah dari cradle to grave nya.. alias dari hulu sampe hilir.

waste collections

FAKTA & Masalah!
Ada lebih dari 5.25 triliun serpihan plastik di lautan. Dengan total lebih dari 269.000 ton mengapung di permukaan laut dan 4 biliun plastik microfiber per km2 berada di dasar laut.

Industri packaging juga menjadi sangat besar, karena kebutuhan packaging produk yang meningkat pesat.

“protective packaging represents a $22bn industry, with plastic foam alone – mostly expanded polystyrene, aka Styrofoam – valued at $6bn”

Meski begitu, packaging itu adalah sesuatu yang memiliki maksud mulia
Rata-rata produk harus didatangkan dari tempat yang jauh atau dekat karena tidak dihasilkan dari tempat dimana kita tinggal. Kitapun sebagai konsumen merasa sangat terbantukan dengan solusi packaging/wadah. Baik itu produk makanan, bahkan laptop.

Too-Much-Plastic1.jpg

Packaging punya manfaat untuk:

  • Melindungi produk selama di perjalanan hingga sampai ke tangan kita. Selain itu, manfaat lainnya,
  • Memanjakan mata kita.. (yang ini menjadi sangat berbahaya di era konsumerisme saat ini, orang jadi membeli karena suka dengan packagingnya, that is insane!).
  • Menjaga produk secara fisik dari kerusakan atau kontaminasi dengan barang lainnya.
  • Bija memperpanjang masa kadaluarsa produk.
  • Membuat pengiriman produk lebih efisien dan aman.
  • Memberikan informasi dan instruksi untuk penggunanya.
  • Memenuhi standar legalitas penjualan produk.

Khusus untuk masalah packaging yang jadi lebih berlomba-lomba untuk membuatnya menarik, coba pikirkan fakta satu ini:

Apakah kita berpikir bahwa pilihan packaging dari produk yang kita beli memiliki dampak kepada lingkungan dan kesehatan kita?

milo.png

Solusi yang ada untuk sementara
Green packaging bukan option jangka panjang
Ini cuma cara untuk mengurangi toxin dari sampah yang akan beredar dibumi, tetapi tetap akan menghasilkan sampah, yang ujung-ujungnya harus ada cara penanggunalangan.

Jadi bagaimana jika jawabannya adalah konsumen berbelanja produk semaksimal mungkin dengan sistem refil dan membawa wadah untuk single packaging sendiri?

Dan apa ini bisa digunakan juga untuk wadah penyimpanan di rumah, dalam kulkas? atau di dapur?

zero waste shopping.jpg

Sekarang yuk bahas, solusi yang lebih baik

  • Siapkan diri kita sebelum berbelanja dengan peralatan perang (baca peralatan zero waste shopping), seperti berbagai ukuran kantong kain, kaleng, botol untuk cairan, atau jerigen plastik, wadah jar kaca, dll. Sesuaikan dan bayangkan apa saja yang biasanya kita belanjakan, agar kita bisa mencari matching wadah zero wastenya.
  • Ini dia yang paling menantang, acara berbelanjanya!

Yang paling mudah untuk kamu berbelanja zero waste, adalah ke:

  • Pasar tradisional
  • Small business seperti GMS atau petani sayur yang kebetulan tinggal disebelah rumah punya kebun di desa yang dekat.
  • Usaha lokal
  • Pasar Tani
  • Belanja barang second hand
  • Pesan dulu untuk dibuatkan (bahkan beli gelato atau es krim di usaha lokal pasti bisa minta disediakan dengan kita menyetorkan wadah terlebih dahulu).
  • Beli susu dari peternaknya atau mungkin ada toko yang menjual susu segar, minta sistem refill

Semua zero waste packagingmu, bisa digunakan langsung untuk tempat penyimpanan baik di dapur maupun di dalam kulkas! 

Indonesia sebenarnya seperti dibelahan dunia manapun, sudah menerapkan sistem belanja refill, bawa wadah sendiri dan minim packaging lainnya sejak jaman dahulu kala, tetapi sayangnya, hidup yang inginnya lebih, inginnya mudah, instant, membuat dunia melihat ini sebagai celah bisnis. Menjauhlah kita jadinya dari hidup yang sustainable yang pastinya minim sampah seperti jaman dahulu kala.

Can we reverse this?
Pasti!
Kalau setiap dari kita mau berbuat, mau menyuarakan pilihan no packaging kita, pastinya semua usaha akan mengikuti keinginan pasar.

Our Voice Matter Most!

Refuse
Produk dengan single packaging jika masih ada solusi untuk no packaging atau green packaging

Reduce
Kurangi membeli produk yang tidak dibutuhkan
Kurangi membeli produk yang harus menggunakan banyak sampah untuk packagingnya
Kurangi membeli produk baru, opsi beli second hand produk adalah solusi ideal

Refill
Maksimalkan merefill segala produk yang biasa dikonsumsi, seperti pembersih wajah, minyak kelapa, dan banyak solusi refill lainnya, termasuk susu.

Reuse
Pakai kembali kantong belanja termasuk wadah lainnya yang bisa dimultifungsikan untuk penggunaan wadah belanja atau wadah penyimpanan produk.

Recycle
Untuk wadah refill dan reuse yang sudah tidak bisa dipergunakan lagi, pastikan untuk direcycle.

Rot
Untuk wadah kain yang sudah rusak dan tidak bisa direuse atau recycle dan bisa dikomposkan (kain dari serat sintetis tidak bisa dikomposkan), pastikan dikomposkan sendiri sebisa mungkin, karens solusi kompos masal bukan opsi. Dengan begini kita sangat membantu manajemen sampah umum.

Coba cek, tempat sampah kita dalam waktu 1 bulan, tulis apa saja yang masuk kesana, seberapa besar sampah packaging, dari bahan apa saja, apa saja yang memungkinkan untuk beli tanpa packing, dan apa saja yang bisa refill dan apa saja yang harus dicarikan solusinya.

Allah is Beautiful and so does what He created

So let’s beautify this earth instead of trashing it

Deasi

Sources:
https://www.theguardian.com/sustainable-business/2014/nov/18/online-shopping-holidays-packaging-waste-recycling
http://news.nationalgeographic.com/news/2015/01/150109-oceans-plastic-sea-trash-science-marine-debris/
http://www.mewr.gov.sg/topic/packaging
http://www.greendustries.com/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s