Ramadhan Journal + Tips Zero Waste hari ke 8

Rasanya dari semenjak keluarga kami terekspose tentang cara hidup kami pada kesehariannya, nggak kurang juga mereka-mereka yang beranggapan hidup seperti ini mudah buat kami, karena ini dan itulah.. Dan mereka-mereka yang nggak bisa akan ngasih berbagai macam alasan. Sure, I don’t judge people of their choices.

Semua manusia seperti halnya kami pasti punya banyak alasan.
Seperti untuk tidak hidup se zero waste pun akan punya banyak alasan.

Sesederhana belanja ke pasar pun kita bisa mengontrol sampah yang kita bawa ke rumah itu sangat mudah untuk dilakukan di Indonesia πŸ™‚

Dari pengalaman sih, kalau pikiran udah nyari alternatif, ada saja jalannya. Mata kita pun akan scanning produk yang minim packaging, packaging ramah lingkungan, dan alternatif yang lebih baik bahkan zero packaging.
I’m not perfect, we’re not perfect, we’re still working on to produce less waste every day, baik sampah rumah tangga maupun sampah dari usaha Green Mommy Shop.

Hari ini kita ngomongin tentang Sampah dari packaging produk dengan ukuran kecil, seperti shampo sachet, kopi sachet, susu sachet, teh kantong, chiki-chiki alias snack sachet kecil, roti, jajanan tradisional, isi bulpen, penghapus pensil, detergen sachet, dan semua packaging kecil lainnya yang nyampah terutama yang dikonsumsi sehari-hari.

Seberapa banyak sih sampah yang dihasilkan dari single mini packaging itu?
Mending kita nggak usah nyari pengandaian seberapa banyaknya, yang pasti, semua single packaging itu bisa dibilang semuanya terbuat dari plastik. Dan masalah sampah plastik itu adalah salah satu penyumbang sampah terbesar dari total sampah yang dihasilkan dunia dan penyumbang terbesar dari total sampah yang tidak bisa terdegradasi dan sebagian besar belum bisa di daur ulang karena satu dan lain hal.

Coba perhatikan mana yang lebih indah?
Belanja sachetan seperti dibawah ini atau
sachet.jpg

Belanja tanpa sachet
bulk-coffee-beans

Belanja tanpa wadah lebih indah dan bermanfaat kan ya…
Sesederhana kopi saja mudah di dapatkan untuk beli tanpa wadah dimana saja di Indonesia.

Jadi apa masalah kita saat ini selain fakta yang sudah ada?
Produk dalam kemasan sachet pada kenyataannya sangat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah tetapi harga yang kita bayar bersama adalah sampah yang tidak terkendali.

Masalah wadah sachet ini adalah momok di negara berkembang termasuk Indonesia. Misal shampo, mereka-mereka yang tidak mampu membeli shampo botolan akan membeli shampo sachet, kopi kiloan digantikan dengan kopi sachet, susu literan digantikan dengan susu sachet, dsb.

Di negara seperti Filipina, Mesir, Indonesia, India, lebih dari 60% shampo dijual dalam bentuk sachet. Dan konsumen ini juga membeli produk dalam sachet lainnya seperti minuman sachet, kopi, perawatan tubuh, rambut, detergen, dll.

Dimanakan sampah sachet ini berakhir?
sebagian besar, sampah sachet akan berakhir di laut.

Fakta
β€œIndonesia adalah salah satu pasar terbesar dan paling kritis dengan masalah sampah sachet yang masuk ke laut dan menjadi negara kedua di dunia sebagai penghasil sampah sachet setelah Cina”

Bahkan Unilever telah membuat beberapa project untuk mengatasi masalah sampah sachet. “Unilever will test the commercial viability of CreaSolv by opening a pilot plant in East Java by end 2017”

Kenapa sih sampah sachet ini jadi permasalahan sampah yang sangat besar?
1. Karena secara ekonomis, bagi para pengusaha maupun pemulung, termasuk individu yang menggunakannya, sampah sachet bisa dibilang tidak memiliki nilai ekonomis, seperti halnya sampah kantong plastik, jika dibandingkan dengan sampah plastik dalam ukuran besar seperti botol plastik, jerigen dan sejenisnya. Karenanya, sampah sachet biasanya tidak akan dikumpulkan untuk disetorkan ke tempat recycle, dijual ke pemulung.
2. Sampah sachet, sangat merusak keindahan, mudah membuat sumbatan dimana-mana, dan susah dikumpulkan.

Kerugian selain masalah sampah dari berbelanja produk sachetan
1. Boros, alias kita jadi buang-buang uang dalam jangka panjang dan kita jadi tidak jadi berpikiran bahwa hal ini adalah hal yang normal adanya.
2. Kita jadi masyarakat konsumtif karena berpikiran segala sesuatu itu mudah didapatkan dengan harga murah tetapi kita tidak berpikir dampak negatifnya.

Solusinya?
1.Membeli dengan membawa wadah sendiri
2.Membeli dengan jumlah yang lebih banyak dalam wadah non sachet (sabar menabung, beli pilih yang perlu dibeli saja)
3.Membeli dengan wadah yang biodegradable (meski ini lebih mahal)
4.Meminta produsen untuk menyediakan solusi sachet yang mudah terurai dan penanganan sampahnya

Apa sih manfaat dari membeli dalam jumlah besar dan no atau less packaging?
1. Hemat
2. Kita jadi menghargai apa yang kita keluarkan, kita gunakan
3. No more sampah sachet
4. Kita jadi lebih kreatif untuk memikirkan solusi yang lebih ramah lingkungan dan lebih sehat.

Zero Waste No Sachet Packaging
Refuse
Tolak membeli produk dalam wadah sachet

Reduce
Kurangi konsumsi produk yang kurang penting (misal cuma karena instant, karena kita suka aromanya, dan hal yang masih bisa digantikan) yang masih berwadah sachet saat ini

Refill
Beli produk yang dibutuhkan sebisanya dengan sistem refill seperti susu literan lumayan murah dan tidak banyak bedanya dengan susu sachetan.

Reuse
Ini bukan opsi wadah sachet tetapi, kita bisa memulai menggunakan kantong atau wadah belanja untuk belanja produk yang tadinya kita beli sachetan, misal beli kopi ukuran 1/4 lumayan terjangkau untuk sebagian orang.

Recycle
Simpan wadah sampah produk sachetan, dan setorkan ke bank sampah
Jika opsi diatas tidak memungkinkan, pastikan untuk tidak dibuang ke sembarang tempat. Buang hanya ke sumber, yang nanti berakhir di TPA
Buat ecobricks dan didonasikan jika tidak digunakan sendiri

zero waste 8 copy.jpg

Afterall, we all can do something about any issues, if only we’re willing to change. Excuses is not the solution, rather its just a bed for our ego to stay within us.

Deasi

Sources:
https://brookes.com.au/a-design-challenge-finding-better-alternatives-to-sachet-marketing-4022799b72ea
https://www.theguardian.com/sustainable-business/sachet-packaging-low-income-communities-waste-nightmare
https://www.zerowasteeurope.eu/2016/07/the-curse-of-sachets-in-asia-why-western-companies-should-be-held-accountable/
http://resource.co/article/unilever-unveils-new-plastic-sachet-recycling-technology-11840
https://warehousebizongo.wordpress.com/2017/02/07/the-biodegradable-sachet/
http://moxiefuture.com/2017/05/unilever-moves-to-close-the-loop-on-polluting-plastic-sachets/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s