Ramadhan Journal + Tips Zero Waste hari ke 9

Aku masih sangat ingat dan ini jadi salah satu momen dan memori yang paling menyenangkan di hari-hari selama ramadhan masa kecilku hingga kuliah di Manado, untuk bantu ibu mengantarkan toples-toples kaca besar yang jumlahnya lumayan banyak sekitar 15an (maklum keluarga besar dan punya sangat banyak teman dan kerabat). Toples-toples ini disetorkan ibu ke tetangga teman ibu yang pintar membuat kue, dan pekerjaan sampingannya adalah membuatkan kue-kue kering, kue basah sampai blackforest!

Jaman dulu, meski tersedia kendaraan, kita kemana-mananya milih memilih berjalan kaki (ini kebiasaan yang masih kita bawa hingga sekarang). Meski jauhnya 1-2 km. Menyenangkan sekali berjalan bersama ibu, adik, sambil menelurusi jalan raya yang sepi dengan pepohonan besar di kiri kanan jalan. Untung teman ibu itu rumahnya nggak jauh, cuma sekitar 100m dari rumah kami. Tante Eli nama beliau. Ibu punya beberapa teman yang biasanya membuatkan kami jajanan, ada yang jauhnya 2km (alm Bu Yan), ada yang di sebelah rumah hanya berbatasan dengan gereja Advent (alm Bu Ngadimin). Tinggal milih yang spesialis Kue kering khas Belanda seperti Alm Bu Ngadimin, atau blackforesnya paling enak seperti alm Bu Yan atau yang rumahnya ada telaga ikan kayak tante Eli (my favorit place to wait for mom’s order, termasuk dia yang menjahitkan baju-baju kami).

jalan sepi.jpg

Kemudian, beberapa hari sebelum lebaran tiba, kami akan diinfokan untuk membantunya mengantarkan toples-toples yang sudah berisi tersebut ke rumah kami. Kita ngambil toplesnya, nggak pake kantong plastik, tapi dibawa pakai kardus bekas tapi rata-rata dipeluk aja.. πŸ™‚ Setelah lebaran usai, toples-toples akan dicuci dan disimpan ibu untuk dipakai dilebaran tahun berikutnya. Seperti itu adanya sejak aku kecil hingga kuliah. Kami berhenti meminta orang lain untuk membuatkan kue kering dan cake sesaat sebelum aku menikah, karena akunya jadi hobi bikin kue sendiri, malah gantian menerima pesanan dari tetangga, asik dah!

Selama masa kecil hingga remaja, aku cuma ingat ibu beli toples kaca sebanyak 2 kali! sekalinya sebelum aku mengerti (aku masih terlalu kecil sepertinya, dan sekalinya ketika aku kuliah, aku yang minta ibu menambahkan toples-toples kaca yang agak kecil untuk suguhan, yang ukurannya cuma 500gram kue, punya ibu tadinya toples yang isinya 2kgan! gede banget deh! menuh-menuhin meja..haha..! Pun sebagian dari toples-toples kaca itu masih dipakai ibu hingga sekarang, 40 tahun kemudian, mashaAllah!

Nah, hari ini kita ngomongin tentang salah satu hal yang paling mudah kita lakukan secara Zero Waste di bulan Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, ataupun dihari-hari sepanjang tahun.

Apa itu?
Belanja jajanan – kue kering selama Lebaran dan terutama untuk hari raya dengan toplesmu sendiri.

Apakah ini mungkin?
Ingat aku bilang ini adalah salah satu yang paling mudah?
Caranya?

1. Cari dimana tempat menjual kue kering atau jajanan yang menjual grosir atau beli berapa saja, biasanya tersedia di pasar tradisional yang lumayan besar, seperti pasar kecamatan, supermarket, atau toko jajanan kering.
2. Pergilah kesana, coba berbelanja membawa toples jajananmu sendiri. InshaAllah bisa, karena tempat-tempat seperti ini menjualnya dalam jumlah berat, dan selalu memasukkannya ke wadah kantong plastik. atau jika belinya banyak sekali, malah mereka menyediakan wadah toples plastik berbagai ukuran untuk dibeli atau bahkan gratis.
3. Jika di daerahmu tidak tersedia tempat menjual jajanan dan kue kering kiloan, cari tetangga atau orang yang menjual kue lebaran, tapi pesan dengan menyetorkan wadah kue terlebih dahulu.
4. Pilihan usaha kecil selalu harus jadi pilihan pertama kalian, karena mereka yang akan paling bisa mengakomodasikan keinginan kita untuk ber zero waste shopping. Karena mereka sangat mengikuti keinginan pasar “the real one!”Bayangin klo kita belanja ikan mujair ke pasar, minta dibersihkan, minta di potong seberapa banyak per ekor tergantung permintaan kita, dsb.

NO!
kue lebaran toples plastik no.jpg

YES!
kue lebaran grosir.jpg

kue lebaran grosir1.jpg

Tulisan ini agak nggak relevan untuk mereka-mereka yang terbiasa membuat kue dan jajanan sendiri seperti keluarga kami.. tapi kita tetap bisa berbagi ide untuk zero waste shopping kan..

Belanja tanpa sampah itu nggak hanya ada di google images lho..
Nggak juga cuma tersedia di you tube channel

Tapi ada disegala penjuru Indonesia.. (meski belum maksimal dan penjual retail semakin beralih ke single packaging, aduh!).
Seperti yang aku bilang sebelum-sebelumnya, Indonesia nih tuk beralih zero waste shopping sangat mudah sebenarnya, karena toko kelontongan, pasar, ada dimana saja. Dari kota hingga desa. Tinggal kita saja mau nggak belanja kesana dan minta opsi-opsi tersebut dengan menyediakan kantong belanja dan kantong packaging single produk sendiri.

zero waste 9 (toples) copy

Sustainability itu selalu mulai dari setiap diri kita
Kemudian akan mulai dari rumah kita
Ke lingkungan masyarakat terdekat kita (RT, RW, Kelurahan, Kota)
Dan untuk ini menjadi kenyataan, harus ada tindakan konsisten yang dilakukan.
Bikin sustainability jadi life style
Kalau raw food, vegan, organik bisa jadi life style,
kenapa sustainability ngk bisa?
Bisa donk..

Zero Waste lifestyle adalah langkah menuju sustainability
Sustainability terlalu complex? maybe
Then take one step at a time and stick to it, then take another step, pull your friend along, ur family, ur neighbours, ur social media friends, anyone!

Selamat memajang jajanan kue kering di toples kaca yang cantik-cantik ya.. ;-*
Jangan lupa, yang di Malang, sharing ma aku kuenya..

Deasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s