Ramadhan Journal + Tips Zero Waste hari ke 10

Ramadhan dan Lebaran bisa dibilang jadi waktu-waktu dalam setahun yang paling-paling.. Paling konsumtif dan paling nyampah.
Kenapa? karena hari-hari ini adalah waktu yang sangat berpotensi untuk menghasilkan sampah dan konsumsi apapun lebih dari biasanya.

Nggak ada yang salah dengan berbagi kasih, berbagi rejeki memberi hadiah, beli baju yang lebih indah untuk beribadah.
Tapi apakah harga yang dibayar harus jauh lebih besar daripada manfaat yang didapat?

Cradle to Grave cost dari yang kita konsumsi dan habiskan selama Ramadhan dan Lebaran sangatlah besar. Baik dampak lingkungan hidup hingga kemanusiaan.
Siapa bilang baju baru Hari Raya itu harus selalu baju dari kain yang baru, model baru, dan baru dibeli dari toko baju baru?
Siapa bilang toples kue harus selalu up-to-date?
Siapa bilang kado itu harus sesuatu yang baru?

Hari ini, kita ngebahas untuk Mencoba Zero Waste tentang Pemberian kado untuk orang lain dengan barang yang masih bisa dipergunakan dan masih sangat layak dijadikan kado.

Gimana sih Ramadhan dan Idul Fitri kami sekeluarga dari tahun ke tahun?
Setiap tahun akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kadang yang kita lakukan bisa minim sampah dan minim belanja, kadang agak banyak, tapi rata-rata seperti ini dari tahun ke tahun selama lebih dari 1 dekade.

Nggak setiap Idul Fitri kita beli baju baru untuk semua anggota keluarga. Siapa-siapa yang dibelikan tergantung siapa-siapa yang butuh, kategori butuhpun, bukan karena sudah setahun nggak beli baju, tetapi karena nggak cukup lagi, sudah usang.

Biasanya pilihan membeli akan ke :
a. Cari baju anak yang lebih tua, atau cari baju ayahnya atau ibunya yang bisa reuse
b. Cari pilihan beli second hand yang masih bagus dan layak dipakai
c. Belanja di kota setempat.

Untuk kado
a. Kita nggak pernah melakukan hal ini sebagai ritual, biasanya kadopun dibuat dari apa yang tersedia di sekitar kami, rumah kami, termasuk kado sesederhana memasakkan masakan favorit yang ingin diberi kado, as simple as that.
b. Kartu Ucapan, nggak pernah ada, digantikan oleh surat cinta antara kita. Entah itu dari anak-anak ke mommy (ini yang paling sering), ke mimi, ke daddy. Pakai kertas yang kita punya, rata-rata anak-anak menggunakan kertas reuse yang mereka miliki. Nggak ada yang namanya kita ngetik di computer, diperindah, di print. Atau ketika kita berjauhan beda negara, yang datang adalah e-cards.
c. Untuk kado spesial biasanya selalu piknik, jalan-jalan bersama keluarga.
d. Untuk pembungkus kado, biasanya tidak kami bungkus, kalaupun bungkus dengan kertas apa aja yang ada disekitar kita atau kain, apapun yang bisa digunakan.

Ini Kartu-kartu ucapan dari anak-anak bulan Ramadhan ini “special for mommy”
yusuf.jpg

yusuf2

yusuf3

Jika harus membeli barang yang baru/second hand online plus sesuatu yang harus ada pengiriman
a. Sebisa mungkin jika online, kamu infokan untuk tidak over packaging, tidak perlu packing plastik, dan minim lakban karena bukan barang cair tapi ini masih dilema, seringnya, meski diiyakan tetap saja, paket yang tiba dirumah itu dengan packing standar, kami sangat maklum dengan dilema cara penanganan paket di Indonesia.
b. Jika membeli barang baru dikota, sebisa mungkin kami menerima barang tanpa wadah plastik, atau packaging ekstra. biasanya mendapat packaging kardus, biasanya digunakan lagi untuk tempat penyimpanan crafting anak-anak, dan lainnya, kardus dari shopping yang bagus-bagus, bisa tahan sampai minimal 3 tahun di rumah kami dengan fungsi barunya.
c. Karena tinggal jauh dari orang tua, biasanya kado lebaran itu kami berikan sesuatu yang mereka butuhkan, dan itu pun tidak setiap tahun. Misal tahun ini ibu minta baju yang kainnya dingin dari tempat x (spesifik sekali permintaan beliau). Kita terbiasa untuk memberi kado sesuai kebutuhan, jadi harus nanya. misalpun mau ngasih surpsise, itu juga sesuatu yang sudah lama diomongin, karena butuh.

Untuk kado Makanan
a. Untuk kado bentuk makanan, kami masak atau baking sendiri, untuk diberikan ke teman atau saudara atau tetangga. Toples kaleng adalah pilihan kami. Karena paling tidak bisa direuse dalam jangka lama.

PR untuk keluarga kami?
Tetap aja masih sangat banyak..
Tahun ini, kami lebih ketat dalam Zero Waste Kado juga
antara lain
a. Sebisa mungkin nggak ada baju baru untuk yang butuh, pilih baju vintage. Tuk lebaran tahun ini inshaAllah, yang sudah beli Mimi dan Yusuf baju second hand. The girls yang sedang dalam masa tumbuh kembang super cepat, tahun ini mereka dapat baju baru, ada yang beli dari penjual baju handmade tetangga dan dijahitin mimi. Aku belum nemu baju second yang pantas untuk dibuat ngaji atau berkunjung tuk anak-anak, biasanya yang ada baju second tuk baju rumah/sweat clothes. Kalo aku 2 tahun terakhir ini lebarang nggak beli baju, karena masih bagus, nggak butuh baju. Zak dapat baju dari ayahnya, dia udah sama ukurannya dengan Daddynya.Sepatu atau sandal untuk berkunjung, semua masih pada punya dan cukup ukurannya. Zak dapat dari Daddy, Yusuf juga dapat dari Daddy (versi sepatu Daddy ketika Daddy agak kurusan).
b. Kayaknya sih nggak butuh apa-apa lagi inshaAllah, yang jadi PR adalah kado tuk orang lain.. Mikir mo ngirimin kado yang harus pake pengiriman luar kota, tahun ini harus pake paper tape, dan pembungkus kertas yang didekorasi anak-anak.

Hmm.. Kayaknya.. nggak ada lagi deh..
Maaf ya, kalau sepertinya contoh kurang menarik dan kompleks, Hidup kami sangat sederhana, sampai binggung mo cerita apa..
Eh tapi enaknya hidup sederhana itu, hidup jadi lebih ringan, nggak banyak yang dipusingin jadi bisa ngelakuin banyak hal yang susah dilakuin kalo sehari-harinya kita harus ngurusin hal-hal yang kurang penting karena terlalu banyak barang yang harus dimaintenance.

vintage store.jpg

Sekarang kita ngomongin Manfaat Zero Waste dari Kado ya..
1. Save more money alias jadi lebih irit, bukannya pelit.. karena kado yang kita berikan pasti kalo nggak lebih murah, gratis jadinya
2. Lebih bermakna, karena kita buat sendiri, harus nyari lebih njelimet klo cari second dan sesuai yang mereka butuhkan. Yang menerima inshaAllah akan lebih menghargainya.
3. Akan jauh minim sampah!
4. Sampah kartu lebaran juga akan berkurang, dan lebih memungkinkan untuk disimpan, karena dibuat sendiri dari bahan reuse atau recycle dan ditulis sendiri.
5. Aktifitas membuat kado atau menulis surat ucapan cinta akan menjadi hal yang sangat berarti untuk keluarga terutama anak-anak (saya aja masih nyimpan beberapa surat dari anggota keluarga).
6. Setelah ramadhan dan lebaran usai, kita nggak akan pusing dengan sampah dan barang ekstra yang datang ke rumah dan butuh tempat penyimpanan dan maintenance ekstra yang akan nambahin sekala aktifitas yang sudah kita jalani sehari-hari.

Think of Less is Better. Simply Life is more Freedom! paling nggak this is true for us!

Alternatif mencari/membuat kado zero waste:
1. Cari dirumah sendiri baik barang baru yang nggak dipakai atau barang bekas yang bisa di reuse atau recycle.
2. Cari di kota kita sendiri toko recycle, toko second hand
3. Online jual produk recycle, reuse atau second hand

recycle gifts.jpg

Sekarang kita bahas dari step by step Zero Waste-nya
Refuse

Tolak membeli barang baru jika ada alternatif reuse, recycle
Tolak menerima kado yang tidak kita butuhkan (atau jika nggak tega, diterima dan langsung diberikan ke yang membutuhkan).

Reduce
Kurangi penggunaan bahan-bahan pembungkus kado dari plastik, dari lakban plastik, kertas baru, ngeprint, dan sejenisnya.

Refill
Kado refillpun bisa lho.. misal ngasih refill ke ibu sabun kotak serbaguna tuk stok 6 bulan?
Refill tinta untuk pulpen ayah?
Refill kue-kue lebaran untuk toples-toples ibu yang kosong?

Reuse
Gunakan apa yang ada dirumah untuk dibuat kado

Recycle
Pastikan diakhir Hari Raya, kita kumpulkan semua sampah yang bisa direcycle dan disetorkan ke bank sampah atau diberikan ke pemulung yang biasanya akan disetorkan ke tempat pengepul sampah untuk dipilah-pilah sesuai kebutuhan recycle.

Rot
Komposkan semua hasil pembuatan kado atau kado yang diterima yang tidak bisa direcycle atau tidak bisa direuse lagi. Seperti kertas-kertas guntingan untuk bungkus kado, potongan kain kecil-kecil/benang, dsb.

zero waste 10 (kado).jpg

A gift is a present to lovers from the other longing lovers

Deasi

Sources:
http://www.carolynshomework.com/2013/01/upcycling-holiday-packaging-pencil-cans.html
http://www.siningfactory.com/home/how-to-recycle-brown-paper-bags-for-gift-wrapping
http://www.partyearth.com/washington-dc/things-to-do/shopping/fabulous-second-hand-slash-vintage-clothing-pop-up-shop-1/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s