Makan sehat, hemat + dapur zero waste tips 2

Nggak bisa saya tekankan lebih lagi akan pentingnya perencanaan makanan mingguan (paling tidak!).

Tips ke 2 Dapur Zero Waste “Buat Menu Harian & Disiplin Mengikutinya!”

Paling nggak, jangan dipikir karena manfaat Zero Wastenya..
Atau manfaat nggak mubazir dan dosa buang-buang makanan
Atau borosnya..

Coba pikirin waktu dan keribetan dan stress yang akan hilang jika punya menu makanan keluarga mingguan dan disiplin mengikutinya.

Aku tahu apa alasan untuk nggak bikin menu selanjutnya
Alasan 1
Udah bikin menu akhirnya buang-buang makanan, karena tau-tau dapat undangan makan di luar atau dapat hantaran makanan yummy!

Solusinya:
Kalau sudah terlanjur bikin, simpan dalam kulkas, di bekukan jika bisa, atau kalau keluarga sayuran Indonesia yang nggak bisa di simpan dalam kulkas seperti tumisan kangkung, sayur bayam, kasih ke tetangga, atau kasih ke teman? (that what we’re doing when things like that happen!), paling sering ku tawari ke staff, tuk makan siang dengan masakan yang udah ku siapkan, atau bawa pulang makanan dari dapurku.

Realistis aja dengan kekerapan undangan makan di luar atau hantaran. Jangan bikin itu jadi alasan yang akan bikin kita malas ^_^

Alasan 2
Tau-tau nggak selera, karena sakit atau pengen sesuatu yang lain
Solusinya:
Kalau cadangan bahan masakan yang mentahan belum di masak itu awet hingga beberapa hari kemudian, silahkan saja mengganti menu hari itu. Kalau nggak selera sama menunya sampai berhari-hari, ganti menumu, belanja setiap hari atau 2 hari sekali saja, ketimbang belanja untuk 1 minggu!

Alasan 3
Binggung gimana caranya mo bikin menu?
Solusinya:
Liat apa yang sebulan ini kamu makan, pasti ingat kan.. nah, bikin menu seperti apa yang biasanya kamu makan.

Apa aja sih manfaat dari Pengaturan menu makanan kaitannya dengan Dapur Zero Waste:
1. Minim buang-buang makanan = minim sampah, karena kita cuma akan beli bahan masakan seperlunya saja sesuai menu. Ini pun sudah termasuk masakannya pasti agak lebih dikit.
2. Hemat, sudah pasti.
3. Hemat waktu, bayangin dengan momen yang menggangu di malam hari sebelum tidur atau pagi hari seperti ini: “Hmm.. besok masak apa ya?, belinya dimana ya? di tukang sayur kalo nggak ada back upnya harus masak apa ya?”
4. Less Stress, pasti banget, karena hari-hari akan berjalan dengan mulus terutama untuk mommy-mommy kayak kita yang mikirin makanan tuk keluarga aja bikin senewen, giliran dah masak, ehhh ada aja yang nggak doyan. Honestly, I’m not bragging, tapi hal ini jarang kejadian di keluarga kami, since day 1 we get married alhamdulillah. We plan the meal very carefully and adjust throughout the years even to this day.
5. Kita jadi lebih sehat! iya banget.. kita tau apa yang kita masukkan ke makanan, apa yang kita masak, kecuali kita masaknya tiap hari cake dan ayam mana bisa sehat meski masak sendiri #_#
6. Jangan tanya masalah rasa.. nggak ada deh yang ngalahin lezatnya masakan rumahan! at least for our family ^_^. Jujur kalau mau makan diluaran itu binggung, binggung cari dimana yang bisa kita nikmati baik sehatnya dan lezatnya.
7. Jangan makan di luar (adjust to your invitation needs). Jangan makan di sengaja (bukan karena undangan) pas udah tahu sudah masak..
8. Pastikan untuk menghabiskan makanan yang dihidangkan. We make rules to finish what we take to eat. bukannya berlebih, tapi kita bisa dengan bijak memberi porsi makanan terutama ke anak-anak sebanyak yang biasanya dia habiskan, dan opsi tambah lagi terbuka dengan perhitungan masakan tadi akan cukup misal untuk makan malam. It works all the time for us!
9. Hindari memasak lebih dengan pikiran jika dan jika.. jika ada tamu, jika anak lapar lagi, jika akunya yang lapar.. Untuk keluarga kami, makanan ekstra jika lapar ya makanan sisa atau buah dan salad, that’s it! kecuali benar-benar pada kelaparan semua terutama di musim hujan, kita bikin sup atau noodle soup (diluar menu).

Jangan dipikir we’re perfect!
Uhhh jauh banget….
Adjustment along the way is constant!

Pergumulanku sampai saat ini:
1. Sesekali kalau ada yang misal hamil fase morning sickness, or sakit or ada tamu yang nggak terbiasa dengan menu kami, jadi kudu masak dobel menu, kadang berkompromi bikin 1 menu ngikut yang kondisinya kurang memungkinkan.

Tips mengatasi hal-hal yang kurang ideal yang bakal menggangu lancarnya menu di jalankan:
1. Buat menu yang disukai semua anggota keluarga. Yang kami lakukan, adalah pertama mengisi menu dengan pilihan makanan yang disukai masing-masing anggota keluarga, dan sisanya adalah makanan yang semuanya akan suka atau kalau bukan favorit banget, mereka pasti menghabiskannya. No food should be wasted from plate!
2. Pilih menu yang bisa disimpan di freezer jika berlebih agar bisa dimakan keesokan harinya (makanya menu kami jarang ada masakan Indonesia seperti sayur bayam, bening, sup, kalau kangen dan bikin pasti buatnya porsi mini, mending nggak cukup daripada berlebih). Lebih bagus lagi kalau menunya bakal tambah enak jika disimpan untuk keesokan harinya, kalau menu Indonesia seperti gudeg, jangan tewel, kalau menu keluarga kami seperti harira soup, domoda, potato ginger garlic, kalau dibilang, 90% resep menu keluarga semua enak dimakan keesokan harinya, do what you can do to experiment to your family taste.
3. Pilih menu yang supply bahan bakunya mudah didapat di pasar dekat rumah, supermarket, atau tukang sayur.
4. Pastikan bahan keringan selalu tersedia seperti bumbu dan condiments termasuk sembako ala keluarga kita.
5. Pastikan 1 hari dalam seminggu untuk hari free style kalau artinya buat aku, itu adalah hari minggu, hari berkreasi bikin masakan baru atau hari malas untuk masak dan makan apa-apa yang ada di freezer untuk dipanaskan atau dikreasikan jadi masakan baru. Artinya ini adalah hari, agar apa-apa yang udah nyisa kita makan nggak dibuang, pastikan kalian tau cara menyimpan makanan di freezer dengan baik, agar tidak rusak dalam hitungan hari. Atau tips malasku lainnya, misal hari ini masih ada sisa makanan, akan kita makan keesokan harinya, untuk pengganti camilan anak-anak selalu aja ada yang minta extra food.. (our kids are tazmanian devil in food area!). Jika sisanya banyak, dan nggak cukup untuk masakan sehari, aku akan bikin easy quick food, seperti misal kurangannya bikin mie cakalang vegan, atau buat pancake atau salad berat atau sandwich. Easy and everybody is happy.
6. Buat menu yang bahannya awet lama, atau bahan dasarnya sesuatu yang akan awet lama, contoh keluarga kami, bahan yang harus ada di dapur: kentang, wortel, bawang putih, bawang merah, paprika (lebih awet dari cabe jika disimpan dalam kulkas), tomat, bawang pre, bunga kol.
7. Buat menu yang bahannya bisa di mix n match jika bahan resep tidak lengkap.

Sekarang apa yang harus dicermati ketika kita sudah punya menu makanan seminggu dan sudah mulai belanja, dan menunya sudah jalan, tapi kok masih ada aja makanan nyisa atau malah kurang?
1. Cek lagi seberapa banyak porsi yang kita buat, apa sudah pas paling tidak mendekati, kemudian sesuaikan?
2. Pastikan punya back up buah atau sayuran (kalau anak-anak lapar, dan makanan yang dibuat kurang, larinya kami ke oats chocolate drink atau ke salad buat the boys, atau nyemil buah aja).
3. Ketika akan belanja, pastikan mengecek stok keringan/pantry dan stok dalam kulkas termasuk stok makanan sisa
4. Belanja apa yang nggak ada aja..
5. Fleksibel dengan merubah menu secara dadakan jika ada sisa bahan masakan yang tidak komplit untuk dibuat masakan sesuai menu. Misal mau buat Kentang goreng kentangnya nyisa dikit, bisa kita ganti menu kentang goreng ke keesokan harinya dengan kari kentang, atau tumis kari kentang.
6. Fleksibel dengan merubah isi masakan tidak sesuai resep, atau free style cooking. Memasak tanpa resep.

SUPER TIPS UNTUK SUKSES ZERO WASTE MEAL PLANNING? DISIPLIN ^_^

dapurzerowastetips2.jpg

Jangan tanya seberapa sukanya aku dengan organizing stuff.. meski nih kepala rasanya butuh eksternal hard disk, meal planning and creating meal is something I love so much! Sampai kalo lagi nyoba resep trus gagal tuh nanggis beneran! Dan kalo ada makan sisa atau ada anggota keluarga yang nggak mo makan aku suka senewen sendiri.. thinking we’re soo fortunate to have meal and we’re still so easy to take things for granted! Even I’m often a bit hard on my self when it comes to food waste, tapi jangan kira aku sempurna dengan semua ini..

Jangan pikir, kesempurnaan adalah saat yang tepat untuk memulai mengorganisir rencana masakan keluarga kita. 

Perfectionist is Procrastination’s soul sister!

Zero waste itu biasa aja kok.. bukan sesuatu yang mengintimidasi, ini jadi dipikir mengintimidasi cuma karena konsekuensi yang kita jadi ngeh aja.. Sisanya.. its a basic human survival and living mindful kann….

Deasi

ps: I’d love to hear what’s your worm proof Zero Waste meal planning?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s