Zero Waste Kitchen Cleaning Essentials “Alat Perang Dapur Minim/Bebas Sampah”

Udah lama nggak sharing tentang mengusahakan hidup minim sampan ๐Ÿ™‚
Sebenarnya nggak kemana-mana aja sih, paling antara Di hutan (rumah) dan GMS (Malang kota). Hidup juga bergulir much less same, a lot of new things to learn, new struggle to face and deal with and tears n laugh along with it. Seriously, sesekali sampe nanggis klo bego banget nggak bisa ngelakuin sesuatu dengan lebih baik. That’s just me! ๐Ÿ™‚

Ngomongin sampah, paling banyak keluarnya selalu dan selalu dari dapur, hasil sampah organik, alhamdulillah kalau sampah dari pembersih rumah tangga udah ZERO alias nggak ada. Ini juga karena kita nempil (beli/ngambil/minta berhubung punya sendiri) dari GMS yang awalnya memang karena aku buat sendiri buat kebutuhan keluarga, jadinya nggak nyampah lagi, tinggal minta refill ke bagian produksi, ho..ho..ho… (kalian juga bisa refill kok kesini….).

Apa aja sih sampah yang dihasilkan dari urusan bersih-bersih dapur yang nggak bisa di daur ulang atau nggak bisa dikomposkan?

Di bawah ini sampah versi kalau dapurnya pakai pembersih sintetis pasaran:
1. Wadah sabun cair cuci piring
2. Wadah bubuk pembersih permukaan yang meninggalkan noda
3. Pembungkus tissue dapur
4. Pembungkus sponge sintetis cuci piring
5. Sponge sintetis cuci piring yang rusak dan tidak bisa didaur ulang, pun selama masa pemakaian, bahannya akan masuk ke air (baik microfiber maupun sponge non microfiber yang plastik, tau kah kita kalau remahannya dalam bentuk yang terlihat maupun tidak itu kita saring agar tidak masuk ke badan air? I don’t think so!), bukan salah kalian juga, aku juga nggak ngerti sampai cari tahu dan akhirnya tahu.
6. Sikat botol (dari plastik)
Itu udah rata-rata alat dan bahan minimalis untuk pembersih dapur.

BANDINGKAN DENGAN

sampah versi kalau dapurnya pakai pembersih alami ๐Ÿ˜‰
1. Wadah sabun cair cuci piring bisa direfill atau kirim balik ke GMS dengan senang hati kami reuse atau kami pastikan terkirim ke tempat untuk di daur ulang. Atau pilih sabun kotak serbaguna? no plastic at all!
2. Wadah bubuk pembersih permukaan yang meninggalkan noda, bisa kita bikin sendiri dari cuka, garam, baking soda tergantung kebutuhan (cek resep-resep pembersih di blog ini ya..)
3. Pembungkus tissue dapur (no more, Karena Kan pakai kain bekas, atau handuk bekas).
4. Pembungkus sponge cuci piring (nggak ada lagi kalau bikin sendiri, pun kalau beli dari GMS bungkusnya kertas, langsung bisa masuk ke komposter dapur).
5. Sponge cuci piring alami dari GMS (kalau beli) bisa langsung dikomposkan kalau sudah super rusak.
6. Sikat botol (ini masih dilematis) saya dengan gigih masih menyisakan 2 sikat yg ada bahan plastiknya diawet-awet selama bertahun-tahun, karena bahannya kuat. Yang satu gagangnya stainless yang satu plastik murni. Still super working on nyari yg biodegradable tapi bukan dari bulu babi seperti yang ada di pasaran terutama luar negeri.
NAh lho… bandingkan sampah yang keluar dari dapur kita..

Bener kan, ujung-ujungnya ya kayak di GMS, seminggu bisa penuh 1 komposter takakura, dengan isi sampah organik semua… dan sampah yang keluar dari rumah tangga hampir tidak ada. Karena masih dipilah lagi untuk yang bisa di daur ulang dan diambil sama bapak-bapak langganan yang nyari barang rosoan “bekas plastik dan non plastik” untuk dijual ke pengepul barang bekas/daur ulang atau setor ke bank sampah.

Bottomlinenya sih mudah
Agar peralatan dapur cuci mencuci kita minim sampah yang disediakan itu cuma:
1. Sabun cuci alami beli versi yang packagingnya juga bisa refill atau dikomposkan atau bikin sendiri.
2. Alat cuci yang bisa didaur ulang atau dikomposkan atau superrrr minim sampah mulai dari sponge piring sampai sikat-sikat.
3. Lap dapur dari kain alami dari sisa-sisa kain yang tidak dipakai atau beli yang tanpa packaging plastik.
4. Resep pembersih dapur (pastiin simpan di dapur biar nggak malas atau kelupaan and not doing it).

Satu lagi yang aku nggak pernah pakai:
Sarung tangan cuci piring, ini juga dengan pertimbangan selain biar nggak nyampah, kulit nggak sensitif dengan sabun alami dannnn nggak pusing sama tanganku jadi agak kasar, senang punya tangan berkarakter, nunjukin pengalaman hiduplah haha..! My resume kalau kata Matt Raney. “You wanna know my resume? I’ll show you now! (telapak tangannya yang super kasar dan kapalaan dan baanvak luka).

zero waste clean kitchen bu deasi.jpg

Oh another thing..
Not saying kita jorok, tapi namanya bakteri itu dimanaaaa saja ada, nggak mungkin dimatiin semua. KArena kita nanti bakal nggak sehat juga klo nggak seimbang microbiome ditubuh kita. Ampun deh bahasaku yang ribet. Ini maksudnya, I’m not striving for super clean house. Bersih rapi, selalu kuperhatikan masalah itu.. tapi kalau mau hidup minim sampah, apalagi versi minimalist, ada hal-hal yang mungkin jadi harus agak terkorbankan. Mikirnya sabun anti bakteri itu super banget, trus ganti sabun ramah lingkungan nggak mematikan semua bakteri, trus kita jadi super takut, padahal yo, tuh sabun sintetis menggangu bakteri di kulit, bahkan sampai ke pencernaan. do we think about that? Not to mention entar airnya ngerusak air tanah kita.. really scary dangerous cycle we’re playing with.

See ya..
Happy kitchen cleaning everyone :-*

Much love dengan dapur penuh cucian!
Deasi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s